logo


Tanggapi Jokowi soal Subsidi BBM, Said Didu: APBN Gak Kuat karena Dipakai Bayar Utang

Said Didu menilai sebagian besar APBN mengalir ke hal-hal yang mubazir, seperti BPIP hingga IKN.

13 Agustus 2022 20:26 WIB

Mantan staf khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu
Mantan staf khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengatakan keuangan negara kemungkinan tak mampu menyubsidi bahan bakar minyak (BBM) karena dipakai untuk melunasi utang dan membiayai proyek mubazir.

Hal itu merespons pernyataan Presiden Jokowi terkait kesanggupan APBN menanggung subsidi BBM senilai Rp502 triliun.

“Apakah angka Rp502 triliun itu terus kuat kita pertahankan? Kalau bisa Alhamdulillah artinya rakyat tidak terbeban, tetapi kalau APBN tidak kuat bagaimana?" kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (12/8).


Pengacara Kamaruddin Harap Brigadir J Diberi Gelar Pahlawan, Ini Alasannya

Said Didu lantas menyinggung sejumlah kebijakan Jokowi yang menurutnya tidak perlu. Terlebih hal itu hanya menghabiskan anggaran.

“APBN gak kuat tuh karena sebagian besar digunakan untuk bayar utang dan berbagai pengeluaran mubazir seperti BPIP, stafsus milenial, kartu prakerja, IKN dll,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/8).

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan tidak ada negara yang sanggup menyubsidi BBM hingga seperti Indonesia. Atas hal ini, menurut dia, masyarakat Indonesia patut bersyukur.

"Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar dari Rp170 triliun sekarang sudah Rp502 triliun. Negara mana pun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu," tuturnya.

Dikritik Tak Sopan Lepas Masker Anggota Paspampres, Gibran: Dia Sudah Memukuli Warga Saya

Halaman: 
Penulis : Iskandar