logo


Agen FBI Temukan Belasan Dokumen Milik Negara di Rumah Donald Trump

Departeman Kehakiman AS mengatakan bahwa Agen FBI sudah mengamankan 11 dokumen rahasia milik negara saat menggeledah kediaman pribadi Donald Trump

13 Agustus 2022 16:15 WIB

Donald Trump
Donald Trump istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Departemen Kehakiman AS pada Jumat (12/8) mengatakan bahwa agen FBI yang menggeledah rumah mantan Presiden Donald Trump di Florida minggu ini sudah mengamankan 11 set dokumen rahasia milik negara, termasuk beberapa yang ditandai sebagai dokumen yang sangat rahasia. Lembaga tersebut juga mengungkapkan bahwa jaksa memiliki kemungkinan alasan untuk meyakini jika Donald Trump mungkin telah melanggar Undang-Undang Spionase.

Trump, dalam sebuah pernyataan di platform media sosialnya, mengatakan bahwa dokumen yang dipermasalahkan oleh FBI itu "semuanya tidak diklasifikasikan" dan ditempatkan di "penyimpanan yang aman."

“Mereka tidak perlu 'merebut' apa pun. Mereka bisa memilikinya kapan saja mereka mau tanpa bermain politik dan membobol (rumah pribadi Trump) Mar-a-Lago,” kata mantan Presiden AS itu, dikutip Sputniknews.


Presiden Serbia Tak Yakin Pemerintah Kosovo Bersedia Gelar Negosiasi

Dalam permohonan surat perintah yang disetujui oleh Hakim Magistrate AS Bruce Reinhart, Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa ada kemungkinan alasan untuk percaya bahwa Trump mungkin telah melanggar Undang-Undang Spionase, undang-undang federal yang melarang kepemilikan atau transmisi informasi pertahanan nasional.

Namun, Trump membantah jika dokumen yang disita oleh FBI tersebut merupakan dokumen rahasia milik negara.

"(Dokumen) Itu semua bukan (dokumen) rahasia," tegasnya.

Departemen itu juga mengatakan pihaknya khawatir jika Trump telah melanggar beberapa undang-undang lain yang terkait dengan kesalahan penanganan catatan pemerintah termasuk, kemungkinan kejahatan dengan mencoba menyembunyikan atau menghancurkan dokumen pemerintah terlepas dari apakah dokumen itu diklasifikasikan sebagai dokumen rahasia.

Reaksi China atas Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan Dinilai Terlalu Lebay

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia