logo


Reaksi China atas Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan Dinilai Terlalu Lebay

Seorang diplomat AS mengatakan bahwa reaksi China terhadap kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan terlalu berlebihan

13 Agustus 2022 15:30 WIB

Kapal perang China beroperasi di Laut China Selatan
Kapal perang China beroperasi di Laut China Selatan Xinhua

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kurt Campbell, koordinator urusan Indo-Pasifik di Dewan Keamanan Nasional AS, pada Jumat (12/8) mengatakan bahwa Washington percaya bahwa reaksi China terhadap kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan "terlalu berlebihan", sehingga bisa dibilang sebagai tindakan provokatif.

"Minggu lalu RRC menggunakan kunjungan Ketua DPR AS, kunjungan yang konsisten dengan kebijakan Satu China kami, dan itu bukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagai dalih untuk meluncurkan kampanye tekanan intensif terhadap Taiwan dan mencoba mengubah status quo," katanya, dalam sebuah konferensi pers dikutip Sputniknews.

Ia menambahkan bahwa tindakan China itu membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di kawasan yang lebih luas.


Tiga Bulan Lagi Ukraina Diprediksi Bakal Kehabisan Rudal Buatan AS

"China telah bereaksi berlebihan dan tindakannya terus provokatif, tidak stabil, dan belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Washington telah meminta China untuk membuka kembali saluran komunikasi bilateral di tengah ketegangan atas Taiwan.

"Kami telah dan akan terus menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dengan Beijing dan kami menyerukan Beijing untuk membuka kembali saluran-saluran yang telah ditutup, bukan demi kami, tetapi karena ini adalah tuntutan dunia dari kekuatan yang bertanggung jawab," katanya.

Campbell menegaskan bahwa AS akan terus berusaha membantu Taiwan dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari China.

“Kami akan terus memenuhi komitmen kami di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan. Itu termasuk mendukung pertahanan diri Taiwan dan mempertahankan kapasitas kami sendiri untuk melawan segala upaya kekerasan atau bentuk pemaksaan lain saat ini yang akan membahayakan keamanan, ekonomi, atau masyarakat Taiwan,” kata Campbell.

Presiden Serbia Tak Yakin Pemerintah Kosovo Bersedia Gelar Negosiasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia