logo


Presiden Serbia Tak Yakin Pemerintah Kosovo Bersedia Gelar Negosiasi

Presiden Aleksandar Vucic mengaku pesimis pemerintah Kosovo bersedia menggelar negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua negara

13 Agustus 2022 14:45 WIB

Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Presiden Rusia Vladimir Putin Newsbeezer

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan bahwa dia mengaku pesimis jika pemerintah Kosovo bersedia menggelar negosiasi dengan pihaknya, untuk menyelesaikan situasi ketegangan antara kedua negara.

Pada 5 Agustus, juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa Peter Stano mengatakan para pemimpin Serbia dan Kosovo telah menerima undangan dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, untuk bertemu di Brussel pada 18 Agustus mendatang untuk melanjutkan diskusi tentang normalisasi hubungan kedua negara.

Hubungan bilateral Serbia dan Kosovo mengalami ketegangan setelah pemerintah Kosovo berencana melarang penggunaan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Serbia. Kebijakan tersebut nantinya diberlakukan terhadap seluruh warga yang tinggal di wilayah Kosovo, termasuk etnis minoritas Serbia yang tinggal di wilayah perbatasan.


AS Posisikan Sistem Pertahanan Udara THAAD di Korsel, China Ketar-Ketir

"Saya memiliki hak untuk bersikap realistis, ini adalah tugas saya," kata Vucic pada Jumat (12/8) dikutip Sputniknews.

Dia menuduh Kosovo gagal memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan yang dicapai sebelumnya.

Namun, Vucic sekali lagi mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam pembicaraan di Brussel.

Ketegangan di wilayah perbatasan tersebut mendorong warga etnis Serbia untuk memblokade jalan raya. Pihak berwenang Kosovo akhirnya memutuskan untuk menunda penerapan peraturan baru tersebut hingga 1 September 2022, dengan syarat bahwa penghalang jalan telah dihilangkan.

Tiga Bulan Lagi Ukraina Diprediksi Bakal Kehabisan Rudal Buatan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia