logo


Tiga Bulan Lagi Ukraina Diprediksi Bakal Kehabisan Rudal Buatan AS

Pensiunan Korps Marinir AS memperkirakan jika Ukraina bakal kehabisan persediaan rudal HIMARS dalam waktu tiga hingga empat bulan

13 Agustus 2022 14:07 WIB

Sistem peluncur roket HIMARS
Sistem peluncur roket HIMARS Airspace Review

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu purnawirawan Korps Marinir AS Kolonel Mark Cancian, memperkirakan jika Ukraina akan kehabisan persediaan rudal High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) yang dipasok AS dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, di tengah operasi militer khusus Rusia di negara itu.

Dilansir dari Newsweek, Cancian mengatakan dia percaya bahwa di beberapa titik Amerika Serikat harus mengurangi jumlah rudal HIMARS yang dipasok ke Ukraina untuk mencegah persediaannya sendiri menipis dan pejabat sipil dan militer AS harus mencapai kesepakatan tentang itu.

"Tiga sampai empat bulan adalah tebakan yang cukup liar dan beberapa orang memperkirakan pasokan akan bertahan sekitar satu bulan atau lebih," kata Cancian dikutip Newsweek.


Estonia Larang Penerbitan Visa bagi Warga Rusia, Begini Reaksi PBB

Cancian mengatakan perkiraannya adalah bahwa Amerika Serikat telah memproduksi sekitar 50.000 peluru kendali sejak tahun 2004, ketika produksi dimulai, dengan 5.800 akan diperoleh tahun ini saja. Pada saat yang sama, pemerintahan Biden telah memberi Ukraina sekitar sepertiga atau 10.000 rudal HIMARS dalam persediaan AS.

Ia juga mengatakan bahwa pabrikan Lockheed Martin sedang mencoba untuk meningkatkan produksi senjatanya, tetapi butuh waktu untuk melakukannya, dimana biasanya sekitar 18 hingga 24 bulan, sementara peluncur HIMARS sendiri saat ini tidak dalam produksi.

Meskipun masih belum jelas berapa banyak HIMARS yang dimiliki Amerika Serikat saat ini, diketahui bahwa pada tahun 2009 Lockheed Martin memproduksi sekitar 250 unit untuk Angkatan Darat dan Korps Marinir, kata laporan itu.

AS Posisikan Sistem Pertahanan Udara THAAD di Korsel, China Ketar-Ketir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia