logo


AS Posisikan Sistem Pertahanan Udara THAAD di Korsel, China Ketar-Ketir

Juru bicara Kemenlu China mengatakan bahwa pengerahan sistem pertahanan udara THAAD di Korea Selatan merusak keamanan strategis China

12 Agustus 2022 21:16 WIB

sistem pertahanan buatan AS, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)
sistem pertahanan buatan AS, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Jumat (12/8) mengatakan bahwa Beijing tidak dapat mengabaikan pengerahan sistem pertahanan buatan AS, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), di Korea Selatan, mengingat hal itu akan merusak keamanan strategis China.

"China selalu menghormati kedaulatan Korea Selatan dan memahami masalah keamanannya, tetapi penyebaran sistem rudal THAAD AS di Korea Selatan merusak keamanan strategis China, dan Beijing tidak dapat mengabaikan ini," kata Wang dalam sebuah pengarahan, dikutip Sputniknews.

Pada awal pekan ini, menteri luar negeri Korea Selatan dan China dikabarkan telah menggelar pertemuan di kota Qingdao China, dimana keduanya bertukar pandangan dan menyatakan posisi mereka tentang isu THAAD. Pada kesempatan itu, kedua menteri sepakat bahwa masalah ini tidak boleh menjadi batu sandungan antara Beijing dan Seoul.


Lithuania Tetap Jalin Hubungan Diplomatik dengan Taiwan, China Ancam Lakukan Hal Ini

"Kami berharap pihak Korea Selatan akan terus menyelesaikan masalah ini dengan baik sesuai dengan pemahaman bersama dan konsensus yang dicapai pada pertemuan para menteri luar negeri kedua negara," tambah Wang Wenbin.

Untuk diketahui, THAAD adalah sistem pertahanan rudal anti-balistik yang mampu menembak jatuh rudal balistik jarak pendek dan menengah. Pengerahan rudal THAAD tambahan di Korea Selatan merupakan inisiatif yang diajukan oleh Presiden baru Korsel, Yoon Suk-yeol, pada bulan Januari.

Estonia Larang Penerbitan Visa bagi Warga Rusia, Begini Reaksi PBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia