logo


Swedia Akhirnya Bersedia Ekstradisi Seorang Pria yang Diburu oleh Turki

Turki sebelumnya sudah meminta pemerintah Swedia dan Finlandia untuk mengekstradisi sejumlah tokoh kriminal, jika Swedia dan Finlandia benar-benar ingin bergabung dengan NATO

12 Agustus 2022 17:30 WIB

Kapal Penjaga Pantai Swedia
Kapal Penjaga Pantai Swedia istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Swedia telah memutuskan untuk mengekstradisi seorang pria berusia 30 tahun yang selama ini diburu oleh pemerintah Turki.

Menteri Kehakiman Swedia Morgan Johansson menyebut kasus itu sebagai “masalah rutin”, dan menjelaskan bahwa orang yang dimaksud adalah warga negara Turki yang terbukti melakukan pelanggaran berupa tindak penipuan di Turki pada tahun 2013 dan 2016. Pria itu mengajukan permohonan suaka di Swedia pada 2011 untuk mendapatkan status sebagai orang yang dilindungi pada 2022, namun kedua permohonan tersebut ditolak oleh Badan Migrasi Swedia.

“Mahkamah Agung telah memeriksa masalah ini seperti biasa dan menyimpulkan bahwa tidak ada hambatan untuk ekstradisi,” kata Johansson, seperti dikutip dari stasiun televisi nasional Swedia, SVT.


Latvia Sebut Rusia Negara Pendukung Terorisme, Begini Reaksi Moskow

Menurut SVT, pria itu dijatuhi hukuman 14 tahun penjara di Turki atas beberapa tuduhan penipuan kartu bank. Pria yang ditahan di Swedia sejak tahun lalu itu mengaku telah dijatuhi hukuman secara sepihak oleh pemerintah Turki karena dirinya memutuskan untuk memeluk agama nasrani, menolak wajib militer, dan merupakan keturunan etnis Kurdi.

Laporan dari SVT tersebut merupakan ekstradisi pertama yang dilakukan oleh Swedia, sejak Turki menuntut sejumlah orang diekstradisi dengan imbalan akan mengizinkan Swedia dan Finlandia untuk secara resmi mengajukan keanggotaan NATO.

Menurut SVT, nama pria itu termasuk di antara yang terdaftar dalam daftar buronan pemerintah Turki yang diajukan sehubungan dengan negosiasi NATO. Pengadilan Swedia juga menilai bahwa tidak ada tanda-tanda jika pria itu akan mengalami tindak kekerasan setelah ia diekstradisi ke Turki.

China Khawatir AS Manfaatkan Ketidak-Stabilan Situasi di Taiwan untuk Tingkatkan Krisis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia