logo


Latvia Sebut Rusia Negara Pendukung Terorisme, Begini Reaksi Moskow

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keputusan parlemen Latvia yang menyatakan Rusia sebagai negara pendukung terorisme

12 Agustus 2022 16:34 WIB

Gedung Kremlin di Moskow, Rusia
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Kamis (11/8) menyatakan bahwa keputusan parlemen Latvia untuk menunjuk Rusia sebagai "negara pendukung terorisme" setelah melancarkan operasi militer khusus di Ukraina, sangat bertentangan dengan hukum internasional.

"Kami menganggap pernyataan Latvia tentang 'pengakuan' Rusia sebagai 'negara pendukung terorisme' dengan menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk berhenti mengeluarkan visa turis kepada warga Rusia sebagai contoh lain dari Russophobia ... Langkah dari badan legislatif tertinggi Latvia ini bertentangan dengan hukum internasional dan melanggar prinsip persamaan kedaulatan negara, yang diabadikan dalam paragraf 1 Pasal 2 Piagam PBB," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dikutip Sputniknews.

Selain itu, Rusia juga menuding Latvia lah yang seharusnya dicap sebagai pihak pendukung terorisme karena "secara eksplisit mengagungkan Nazisme, menjadi kaki tangan Nazi, dan mendorong pengiriman warganya sendiri sebagai tentara bayaran ke Ukraina," di mana mereka berjuang untuk pasukan elit Azov.


Kanselir Jerman Minta Rusia Segera Ambil Turbin Nord Stream 1

Kemenlu Rusia juga meminta anggota parlemen Latvia untuk menghentikan tindak provokasi dan fokus pada masalah domestik negara itu.

Ketegangan Meningkat, Kosovo Siap Perang dengan Serbia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia