logo


Kanselir Jerman Tak Setuju jika Seluruh Warga Rusia Dilarang Masuk ke Wilayah Uni Eropa

Kanselir Jerman mengatakan bahwa tanggung jawab atas konflik di Ukraina terletak pada pemerintahan Vladimir Putin dan bukan rakyat Rusia.

11 Agustus 2022 22:00 WIB

Kanselir Jerman Olaf Scholz
Kanselir Jerman Olaf Scholz Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa dirinya "sulit membayangkan" bahwa warga sipil Rusia dilarang mendapatkan visa untuk masuk ke wilayah Eropa. Pernyataan itu ia sampaikan untuk mengomentari proposal yang diajukan oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, yang meminta negara-negara Uni Eropa untuk berhenti memberikan visa bagi warga negara Rusia.

Berbicara kepada wartawan selama konferensi pers federal pada hari Kamis, pemimpin Jerman mengatakan bahwa tanggung jawab atas konflik di Ukraina terletak pada pemerintah Rusia dan bukan rakyatnya.

“Oleh karena itu, saya sulit membayangkan refleksi seperti itu,” kata Scholz tentang larangan pemberian visa bagi warga Rusia.


Rusia Peringatkan Soal Bencana Nuklir yang Lebih Buruk daripada Chernobyl

Dia menjelaskan bahwa Uni Eropa telah memberlakukan sanksi ekstensif terhadap orang kaya Rusia karena diduga memiliki hubungan dengan pemerintah, dan mengklaim bahwa Jerman kemungkinan besar akan terus melakukannya. Namun, dia menyatakan, "tidak dibenarkan" untuk menjatuhkan hukuman pada seluruh warga Rusia.

Pada hari Selasa, seorang pejabat Uni Eropa yang tidak disebut namanya juga menyatakan bahwa pihaknya tidak tertarik menutup perbatasannya bagi semua warga Rusia.

“Anda tidak ingin sepenuhnya melarang semua orang Rusia bepergian ke Uni Eropa," katanya kepada Financial Times, seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak mendukung operasi militer di Ukraina seharusnya bebas untuk bepergian ke Eropa.

Awal pekan ini, politisi dari Estonia dan Finlandia juga meminta negara-negara Eropa berhenti mengeluarkan visa turis bagi semua warga Rusia.

“Mengunjungi Eropa adalah hak istimewa, bukan hak asasi manusia,” bantah Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas, yang menyatakan bahwa “saatnya untuk mengakhiri pariwisata dari Rusia sekarang.”

Latvia Nyatakan Rusia sebagai Negara Pendukung Terorisme

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia