logo


Rusia Peringatkan Soal Bencana Nuklir yang Lebih Buruk daripada Chernobyl

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa serangan Ukraina terhadap PLTN Zaporozhye dapat memicu bencana nuklir yang jauh lebih buruk daripada insiden Chernobyl

11 Agustus 2022 21:00 WIB

Salah satu sudut kota Chernobyl
Salah satu sudut kota Chernobyl istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Langkah Ukraina menembaki fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporozhye merupakan bentuk tindakan terorisme yang dapat memicu bencana nuklir yang jauh lebih buruk daripada insiden Chernobyl, yang terjadi pada tahun 1986 silam. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (11/8).

“Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Ukraina telah berulang kali menembaki wilayah PLTN Zaporozhye, yang merupakan tindakan terorisme nuklir. Tindakan seperti itu oleh rezim Kiev dapat menyebabkan bencana dalam skala yang akan mengerdilkan kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl,” kata wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Ivan Nechaev, dalam jumpa pers di Moskow, dikutip RT.com.

Menurutnya, jika bencana seperti itu terjadi, radiasi nuklir tidak hanya akan menghantam wilayah terdekat di Ukraina, Rusia, Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, tetapi juga negara-negara Eropa, dimana hal itu juga akan membahayakan jutaan nyawa.


NATO Ingin Bertempur dengan Rusia hingga Semua Warga Ukraina Tewas

“Kami mendukung pengorganisasian misi IAEA [Badan Energi Atom Internasional] ke PLTN Zaporozhye, yang terganggu pada bulan Juni karena keputusan Departemen Keselamatan dan Keamanan Sekretariat PBB,” katanya.

Pada hari Kamis, pejabat Zaporozhye mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Rusia telah menggagalkan serangan rudal dan pesawat tak berawak di PLTN dan kota terdekat Energodar.

“[Militer Ukraina] mencoba membombardir kota yang damai dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye dengan MLRS [sistem roket peluncuran ganda], artileri berat dan menyerang UAV [kendaraan udara tak berawak],” kata Vladimir Rogov, anggota dewan kepala administrasi militer-sipil Wilayah Zaporozhye.

Ia menambahkan bahwa semua serangan itu berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Turki dan Rusia Sepakat Tak Lagi Gunakan Dolar AS dalam Perdagangan Bilateral

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia