logo


NATO Ingin Bertempur dengan Rusia hingga Semua Warga Ukraina Tewas

Wakil Presiden Rusia menyebut NATO mengorbankan rakyat Ukraina untuk kepentingan mereka

11 Agustus 2022 17:00 WIB

Ilustrasi warga Ukraina yang mengungsi ke Polandia
Ilustrasi warga Ukraina yang mengungsi ke Polandia Al Jazeera

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Rusia Sergey Kirienko pada Rabu (10/8) mengatakan bahwa pemerintah Ukraina sudah menjual rakyatnya sendiri untuk berperang atas nama NATO melawan Rusia. Kirienko menambahkan bahwa negara-negara Barat sangat senang melihat orang Ukraina mati selama itu melayani kepentingan mereka.

“Kami sangat memahami bahwa kami tidak berperang melawan Ukraina di wilayah Ukraina, dan tentu saja tidak melawan rakyat Ukraina. Seluruh blok NATO berperang dengan Rusia di Ukraina dengan tangan Ukraina,” kata Kirienko dalam pidatonya pada hari Rabu dikutp RT.com.

"NATO akan dengan senang hati berperang melawan Rusia sampai orang Ukraina terakhir seperti yang mereka katakan sendiri tanpa ragu-ragu. Mengapa tidak? Mereka tidak merasa menyesal dengan hal itu," katanya.


Zelensky Sebut Perang dengan Rusia Bakal Berakhir jika Ukraina Berhasil Rebut Wilayah Krimea

Rusia melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022, atau beberapa hari setelah mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk, dua wilayah di Donbass yang ingin melepaskan diri dari Ukraina.

Pengerahan pasukan besar-besaran tersebut dilakukan setelah Moskow menganggap pemerintah Ukraina tidak mengimplementasikan perjanjian Minsk, sebuah perjanjian yang dimediasi oleh Perancis dan Jerman di tahun 2014, yang bertujuan untuk menyelesaikan situasi krisis di Donbass secara damai.

 

Dijatuhi Sanksi oleh China, Ketua DPR AS: Siapa yang Peduli

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia