logo


Dubes China Sebut AS Sengaja Perpanjang Konflik Ukraina

Dubes China untuk Rusia mengatakan bahwa AS berusaha memperpanjang situasi konflik Ukraina, untuk melemahkan Rusia

11 Agustus 2022 15:30 WIB

Bendera Rusia dan Ukraina
Bendera Rusia dan Ukraina istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Duta Besar China untuk Rusia Zhang Hanhui, pada Rabu (10/8) mengatakan bahwa Amerika Serikat sangat ingin melemahkan Rusia, sehingga mereka berusaha untuk memperpanjang situasi konflik di Ukraina.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia TASS, Zhang Hanhui mengatakan bahwa AS-lah yang telah memprakarsai “lima putaran ekspansi NATO ke arah timur, mengarahkan 'revolusi warna' di Ukraina' dan 'menyudutkan Rusia dalam hal keamanan.”

Menurut diplomat itu, semua faktor ini merupakan penyebab utama konflik yang saat ini terjadi di Ukraina.


Pentagon Akui Kirimi Ukraina Senjata Jarak Jauh untuk Lumpuhkan Radar Rusia

Dia melanjutkan dengan menggambarkan AS sebagai "pemrakarsa dan kepala pembakar krisis Ukraina."

Zhang mengklaim bahwa dengan menjatuhkan sanksi “belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Rusia dan memberikan lebih banyak senjata kepada Kiev, Washington berusaha untuk memperpanjang konflik bersenjata selama mungkin.

"Strategi ini bertujuan untuk melelahkan dan menghancurkan Rusia,” katanya.

Duta Besar China mencatat bahwa dia melihat kesejajaran antara konflik di Ukraina dan eskalasi terbaru di sekitar Taiwan. Menurut diplomat itu, fakta bahwa AS “memamerkan ototnya” di depan pintu China, mengatur “berbagai kelompok anti-China, dan sekarang secara terbuka melintasi semua perbatasan dalam masalah Taiwan” hanya membuktikan penilaiannya.

Menurutnya, kebijakan AS terkait Taiwan tersebut merupakan "versi Asia-Pasifik dari 'ekspansi ke timur NATO'."

 

Estonia dan Finlandia Minta Uni Eropa Tak Keluarkan Visa bagi Turis Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia