logo


Komnas HAM: Saya Tidak Tega Bharada E Kemudian Jadi Tumbal

Taufan mengatakan bahwa CCTV sangat penting dalam mengungkap kasus

11 Agustus 2022 13:18 WIB

Ahmad Taufan Damanik
Ahmad Taufan Damanik Komnas HAM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengaku tidak tega jika Bharada E menjadi tumbal dalam kasus kematian Brigadir J. Taufan mengatakan bahwa Komnas HAM tidak fokus pada pelaku tapi pada prinsip-prinsip fair trial berjalan dengan benar.

"Untuk tadi saya sampaikan (Komnas HAM) bukan fokus siapa pelaku, itu tugas penyidik. Mereka jagoan soal itu, tapi kami fokus kepada apakah prinsip-prinsip fair trial itu berjalan dengan benar. Kalau fair trial tidak berjalan dengan benar, orang yang nggak salah, bisa jadi salah, orang yang salahnya 10 dihukum 1.000, tidak profesional, sejak awal, kan gitu," kata Taufan di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/8).

"Kalau kalian pernah dengar saya mengambil satu sinyal-sinyal, saya tidak bisa, saya tidak tega, saya bilang seorang Bharada E itu kemudian jadi tumbal semua persoalan ini, mustinya bisa menangkap apa yang saya maksud dengan kami concern pada fair trial," sambungnya.


Pengacara Usul Brigadir J Diangkat Jadi Pahlawan, Politikus PKB: Itu Berlebihan

Taufan mengatakan bahwa CCTV sangat penting dalam mengungkap kasus. Taufan menyebut jika CCTV tidak ada karena ada langkah-langkah obstruction of justice.

"Saya ribut soal CCTV, kenapa? CCTV kalau dihilangkan, fair trial akan sulit didapatkan, kenapa? Karena ada langkah-langkah obstruction of justice, menghilangkan barang bukti, mengatur segala macam, sehingga kemudian tidak terbuka apa sebetulnya yang terjadi, siapa melakukan apa, dimana, kapan, apa barang buktinya? Tuduhan harus bisa berdasarkan barang bukti," ujar Taufan.

Pengacara Ingin Brigadir J Diangkat Jadi Pahlawan, KSP: Tidak Semudah Keinginan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata