logo


Soal Ancaman Pidana Pemberi Informasi Salah, Polri: Kita Sampaikan Data Sumber Kredibel

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya memberikan keterangan terkait kematian Brigadir J berdasarkan sumber yang kredibel.

10 Agustus 2022 21:04 WIB

Irjen Dedi Prasetyo
Irjen Dedi Prasetyo republika.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut polisi yang memberikan keterangan salah ke publik saat awal kasus Brigadir J dapat dipidana.

Dedi menegaskan bahwa pihaknya memberikan keterangan terkait kematian Brigadir J berdasarkan sumber yang kredibel.

"Humas menyampaikan dari fakta dan data sumber yang kredibel, Kapolrestro Jaksel, Karo Provos dan penyidik yang olah TKP awal," kata Dedi seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (10/8/2022).


Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Taqy Malik Puji Sosok Ini

Ia menjelaskan bahwa dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh tim khusus (timsus) yang dibentuk Kapolri ditemukan fakta terkait adanya rekayasa kasus.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa anggotanya yang terlibat menghalangi proses penyidikan, merekayasa kasus, dan oknum yang menghilangkan barang bukti telah ditindak.

"Dalam perjalanannya timsus menemukan fakta baru kan sudah diluruskan dan yang terbukti menghalangi, merekayasa dan menghilangkan barang bukti sudah diproses," jelasnya.

Istri Sambo Kurang Kooperatif, LPSK Sebut Bisa Batalkan Permohonan Perlindungan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati