logo


Militan Gaza Siap Lancarkan Serangan jika Israel Langgar Perjanjian Gencatan Senjata

Militan Jihan Islam Palestina dan Israel menyepakati perjanjian gencatan senjata, yang menghentikan pertempuran di kota Gaza

10 Agustus 2022 15:15 WIB

Serangan udara Israel ke wilayah Gaza
Serangan udara Israel ke wilayah Gaza istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemimpin kelompok militan Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhala mengatakan pada hari Senin (8/8) bahwa pihaknya akan mengangkat senjata lagi jika Israel melanggar ketentuan gencatan senjata yang dimediasi oleh pemerintah Mesir yang mengakhiri tiga hari serangan udara dan serangan roket ke wilayah Gaza.

Israel dan PIJ pada hari Minggu menyetujui perjanjian gencatan senjata, yang mulai berlaku sesaat sebelum tengah malam. Gencatan senjata, yang difasilitasi oleh negosiator Mesir, mengakhiri tiga hari serangan roket oleh PIJ dan serangan udara oleh Israel, yang menewaskan puluhan warga Palestina, yang tinggal di Gaza.

Dalam pidatonya pada hari Senin, Al-Nakhala menyebut operasi PIJ sebagai “kemenangan.”


China Desak AS Tarik Mundur Semua Senjata Nuklir dari Eropa

Meskipun tidak ada warga Israel yang terbunuh oleh 1.000 atau lebih roket yang diluncurkan kelompoknya dari Gaza, Al-Nakhala mengatakan bahwa serangan PIJ tetap menunjukkan “persatuan” di antara berbagai faksi militan yang beroperasi di Gaza.

Hanya saja, Hamas, yang merupakan kelompok militan terbesar di Gaza, tidak ikut serta dalam serangan itu.

Al-Nakhala mengatakan kepada para pendukungnya bahwa “jika musuh tidak mematuhi apa yang kami sepakati melalui mediator Mesir, kami akan melanjutkan pertempuran lagi, dan Tuhan akan melakukan dengan kami apa yang dia kehendaki,” menurut terjemahan yang diterbitkan oleh beberapa outlet berita Israel.

China Sebut Taiwan dan AS sebagai Perusak Perdamaian di Kawasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia