logo


Dinilai Layak Jadi Cawapres dari Luar Jawa, LPJB: Edy Rahmayadi dan Tito Karnavian Sosok Pekerja Keras

kapasitas tokoh Luar Pulau Jawa tak boleh diabaikan apalagi diremehkan

9 Agustus 2022 21:28 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian CNN Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tokoh-tokoh dari luar pulau Jawa dinilai layak mendampingi Calon Presiden (Capres) yang saat ini ramai diperbincangkan.

Ketua Presidium Poros Poros Luar Pulau Jawa Bersatu (Poros LPJB), Andi Jamaro Dulung mengatakan setidaknya ada lebih dari 10 Tokoh yang menjadi perhatian LPJB.

Dua diantaranya adalah Edy Rahmayadi yang saat ini menjabat Gubernur Sumatera Utara dan Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Mendagri. Keduanya dinilai layak menjadi RI 2 dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang.


Tak Mau Terburu-buru soal Koalisi, PDIP: Ada Momentumnya

"Kedua tokoh itu memiliki kapasitas yang setara dengan tokoh luar Jawa lainnya seperti Erik Tohir, Rahmat Gobel, Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, Sri Mulyani, Tuan Guru Bajang, Andi Amran Sulaiman, Syahrul Yasin Limpo dan beberapa tokoh lagi yang sedang digodok Presidium dan Dewan Kerja Nasional (DKN) Poros LPJB untuk didorong RI 2 bersanding dengan salah seorang putra terbaik asal Pulau Jawa untuk Indonesia 2024," ujar Andi dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (9/8/2022).

Andi menegaskan bahwa kapasitas tokoh Luar Pulau Jawa tak boleh diabaikan apalagi diremehkan. Sebab sejatinya Indonesia terbangun dari representasi kekuatan itu.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) Poros LPJB, Hikma Ma'ruf Asli Bhakti mengungkapkan bahwa Tokoh seperti Tito dan Edy adalah sosok pekerja keras dan mampu memperlihatkan kapasitas kepemimpinannya dalam memimpin.

Ma'ruf menuturkan bahwa pihaknya berkepentingan mendorong representasi kekuatan luar Pulau Jawa untuk maju bertarung untuk menjaga keutuhan bangsa yang mulai tergerus akibat menguatnya rezim elektoral yang lebih berpatokan pada popularitas tokoh tanpa menghitung aspek keterwakilan yang representatif kebangsaan.

Mantan Ketua PB NU era Hasyim Muzadi itu membeberkan bahwa sejumlah fakta  menunjukkan bahwa politik Indonesia memang tak akan lepas dari representasi kekuatan yang tumbuh dan terbangun sejak awal gagasannya sebagai sebuah bangsa.

"Kebhinekaan adalah kodrat hakiki yang mestinya tumbuh dalam segala hal ditengah kehidupan berbangsa, termasuk dalam membangun kekuasaan politik," tandasnya.

Ma'ruf menyebut apa yang disampaikan Andi Jamaro Dulung adalah mewakili kegelisahan banyak tokoh Luar Pulau Jawa yang merasa terabaikan dengan bangunan dan setingan politik saat ini.

Tak heran kata dia, sejumlah tokoh lintas daerah di Jakarta berembug menyatukan pikiran agar para elit politik pemilik Partai tak mengungkung Demokrasi secara tertutup dengan berbagai cara-cara yang tidak fair, termasuk dengan instrumen Presidential Threshold 20 persen.

Ma'ruf mengungkapkan, Presidium dan DKN Poros LPJB sedang berusaha mengkonsolidasikan kekuatan untuk mendobrak benteng rezim elektoral yang dinilai mengamputasi hak politik Tokoh-Tokoh luar pulau Jawa untuk muncul.

"Pada saat yang sama kami mendalami dan mengkaji keberadaan sejumlah tokoh nasional asal luar Pulau Jawa untuk bisa dimunculkan sebagai kekuatan representatif luar Pulau Jawa yang saat ini terbagi dalam 28 provinsi," cetusnya.

Sejauh ini katanya lagi, DKN Poros LPJB telah membentuk jaringan Dewan Kerja Provinsi di 28 Provinsi di Luar Pulau Jawa dengan agenda utama konsolidasi politik representatif Jawa-Luar Jawa dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang.

PDIP Sebut 4 Kader Terbaik Layak Capres, Siapa Saja?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar