logo


Sanggah Politisi Golkar, Kiai Maman: PKB Lahir dari Rahim NU dan Istiqomah Melayani NU

Kata Kiai Maman, sampai kapanpun partai yang kini dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu bakal konsisten melayani NU.

9 Agustus 2022 13:59 WIB

Maman Imanulhaq dan Joko Widodo
Maman Imanulhaq dan Joko Widodo Dok. Maman Imanulhaq

Sanggah Politisi Golkar, Kiai Maman: PKB Lahir dari Rahim NU dan Istiqomah Melayani NU

JAKARTA - Sejarah telah mencatat, kelahiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak bisa dilepaskan dari kontribusi ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU). PKB lahir pasca reformasi dari inisiasi kiai-kiai NU yang merasakan kegetiran politik di zaman orde baru.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq. Oleh sebabnya, kata Kiai Maman, sampai kapanpun partai yang kini dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu bakal konsisten melayani NU.


Daftar Pemilu ke KPU Bareng Gerindra, PKB: Kita Bikin Kompak dan Riang Gembira

"PKB tetap istiqomah melayani NU. PKB lahir dari rahim NU setelah keruntuhan rezim orde baru. PKB hadir sebagai alat perjuangan politik NU yang tugasnya memastikan aspirasi dan kepentingan warga nahdliyin tersampaikan," ujar Kiai Maman kepada wartawan, Minggu (7/8).

Respon Kiai Maman ini juga buntut dari pernyataan politisi Golkar Ace Hasan Syadzily yang menyebut bahwa NU bukan bagian dari salah satu partai politik. Apalagi Ace juga menyebut bahwa Ketua Umum PKB Gus Yahya mengait-ngaitkan antara NU dengan Golkar.

"Pak Ace menyampaikan 'Partai Golkar banyak diisi kader NU karena memang NU sebagaimana saat Muktamar Ketum Gus Yahya bahwa NU tidak dimana-mana, tapi ada dimana-mana termasuk di Partai Golkar.' Saya dapat memastikan bahwa tidak ada pernyataan itu keluar dari Ketum PBNU," kata Kiai Maman menegaskan.

Kiai Maman pun mensinyalir ada pihak-pihak yang sengaja ingin memisahkan PKB dengan NU. Padahal secara kultural, imbuh Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini, PKB dan NU adalah satu entitas yang sama, sama-sama santri atau kalangan pondok.

Meski banyak yang mencoba memisah-misahkan, menurut Kiai Maman, PKB tetap akan istiqomah dalam jalan perjuangan politik warga nahdliyin. Selain karena sejarah, alasan lainnya juga karena faktor sosiologis, kultural, dan politik kebangsaan antara NU dan PKB yang identik.

Apalagi PKB juga mendapatkan dukungan yang begitu besar dari para kiai NU. Seperti kemarin di Ploso Kediri, Kiai Maman yang ikut rombongan DPP PKB bersama Gus Muhaimin, menyaksikan langsung besarnya  dukungan dan restu para kiai.

Saat itu dengan penuh ketakziman Gus Muhaimin bersimpuh di antara KH Nurul Huda Djazuli, KH Said Aqil Siradj dan beberapa Kiai beroengaruh lainnya untuk mendapatkan restu dan dukungan demi kemenangan PKB dan Gus Muhaimin di Pileg dan Pilpres 2024.

Kiai Maman pun mengutip pernyataan Gus Muhaimin pada acara Haul Akbar di Ploso itu. PKB meminta doa dari para kiai agar perjuangan politik ahlussunnah waljamaah terus berjalan mulus, lancar, dan sukses.

Buat PKB, politik ahlussunnah waljamaah sudah terbukti nyata dan konkret yakni politik yang bisa menyelamatkan serta menjaga pilar keumatan di Indonesia.

 

Belajar dari Kasus India, Kiai Maman Minta Politisi Jangan Rusak Keharmonisan Umat Beragama

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan