logo


China Sebut Taiwan dan AS sebagai Perusak Perdamaian di Kawasan

Seorang juru bicara pemerintah China mengatakan bahwa AS dan pemerintahan di Taipei bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Taiwan

3 Agustus 2022 22:45 WIB

Ketua DPR AS Nancy Pelosi (kiri) bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen
Ketua DPR AS Nancy Pelosi (kiri) bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen The Guardian

BEIJING, JITUNEWS.COM - Ma Xiaoguang, seorang juru bicara kantor urusan Taiwan Dewan Negara China mengatakan bahwa pemerintah Taiwan dan Amerika Serikat bertanggung jawab atas meningkatnya konflik antara Beijing dengan Taipei.

Pernyataan itu ia lontarkan sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei untuk bertemu dengan pejabat pemerintah Taiwan, termasuk Presiden Tsai Ing-wen.

"AS mengintensifkan upaya mereka untuk mencoba memainkan kartu Taiwan, terus menambahkan bahan bakar ke api, membuat rencana untuk menahan China melalui Taiwan," kata juru bicara itu, dikutip RT.com.


Rusia Tuduh Ukraina Berniat Serang PLTN Terbesar di Eropa

Sebelumnya, Presiden Tsai Ing-wen dan Partai Progresif Demokratik (DPP) mengatakan bahwa pihaknya rela "mengambil peran sebagai pion dan meningkatkan provokasi" terhadap China dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Taiwan.

"Taipei dan Washington tidak akan dapat menutupi diri mereka sendiri, terlepas dari "trik" yang dapat mereka gunakan untuk melakukannya, karena"mereka adalah pembuat konflik antara kedua sisi Selat Taiwan [yang memisahkan pulau dan daratan Cina], perusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” tambah Ma.

Menurutnya, rencana kepemimpinan Taiwan untuk "mengandalkan AS untuk kemerdekaan" pasti akan gagal. Dan ilusi “mencari kemerdekaan dengan paksa” hanya akan mempercepat jatuhnya pemerintahan Tsai Ing-wen dan Partai Progresif Demokratik, serta menjerumuskan Taiwan ke dalam jurang bencana.

China Desak AS Tarik Mundur Semua Senjata Nuklir dari Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia