logo


China Desak AS Tarik Mundur Semua Senjata Nuklir dari Eropa

Seorang pejabat China mengatakan bahwa AS harus menarik semua senjata nuklir yang mereka posisikan di Eropa guna menghindari terjadinya perang nuklir

3 Agustus 2022 22:30 WIB

istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri China, Fu Cong, pada Selasa (2/8) meminta Amerika Serikat untuk menarik seluruh senjata nuklirnya dari wilayah Eropa dan berhenti memposisikan senjata tersebut di wilayah lain.

"Apa yang disebut pengaturan berbagi nuklir antara negara-negara meningkatkan risiko proliferasi nuklir dan konflik nuklir," kata Fu Cong pada hari Selasa, selama Konferensi Tinjauan ke-10 tentang Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir di markas besar PBB di New York, dikutip RT.com.

"Negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir harus berhenti menghasut berbagi nuklir atau bentuk lain dari pengaturan pencegahan nuklir,” tambahnya.


AS Minta Warganya di Luar Negeri untuk Tingkatkan Kewaspadaan, Ada Apa Ini?

Fu Cong juga meminta masyarakat internasional untuk “menolak standar ganda di bidang non-proliferasi”, merujuk pada pakta AUKUS antara AS, Inggris dan Australia, yang bertujuan mempersenjatai Canberra dengan kapal selam bertenaga nuklir. Menurutnya, pembentukan pakta AUKUS “menimbulkan risiko proliferasi nuklir yang parah.”

“Setiap upaya untuk meniru model berbagi nuklir NATO di kawasan Asia-Pasifik akan merusak stabilitas strategis regional dan akan ditentang dengan tegas oleh negara-negara di kawasan itu dan, bila perlu, menghadapi tindakan balasan yang keras,” lanjutnya.

Fu juga mendesak AS untuk sepenuhnya mencabut sanksi “ilegal” terhadap Iran agar kesepakatan nuklir 2015 dapat dihidupkan kembali, dan agar Teheran kembali sepenuhnya mematuhi kewajibannya.

Rusia Tuduh Ukraina Berniat Serang PLTN Terbesar di Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia