logo


Kampanye Militer Hibrida AS terhadap Rusia Bisa Berubah Menjadi Perang Nuklir

Igor Vishnevetsky, Wakil Direktur Departemen Nonproliferasi dan Kontrol Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa perang nuklir tidak bisa dimenangkan dan seharusnya tidak boleh dimulai

3 Agustus 2022 14:00 WIB

Ilustrasi ledakan nuklir
Ilustrasi ledakan nuklir istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Igor Vishnevetsky, Wakil Direktur Departemen Nonproliferasi dan Kontrol Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa perang hibrida yang diluncurkan melawan Rusia penuh dengan potensi untuk berkembang menjadi konflik antara dua kekuatan nuklir terbesar dunia.

"Sebuah kampanye militer hibrida telah diluncurkan terhadap Rusia, yang dipaksa untuk mempertahankan haknya yang sah untuk memastikan kepentingan keamanan fundamentalnya, penuh dengan resiko untuk tergelincir ke dalam konflik langsung antara kekuatan nuklir," kata Vishnevetsky pada konferensi pada hari Selasa (2/8), dikutip Sputniknews.

Dengan demikian, Vishnevetsky mencatat, Rusia meyakini jika perang nuklir tidak akan bisa dimenangkan dan tidak boleh dimulai.


Presiden Ukraina Sebut Situasi Pertempuran di Donbass Seperti Neraka

"Kami percaya bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangkan, dan itu tidak boleh diperjuangkan. Dan kami mendukung keamanan yang setara dan tak terpisahkan untuk semua anggota komunitas global," kata diplomat itu.

Menurutnya, situasi di bidang stabilitas strategis memburuk dengan cepat, dan aktivitas jahat NATO telah menyebabkan krisis di kawasan Eropa tengah.

"Pelanggaran berat terhadap prinsip keamanan yang setara dan tak terpisahkan sebagai akibat dari ekspansi berbahaya blok militer negara-negara yang mengklaim dominasi strategis militer dan geopolitik yang tak terbagi memicu krisis akut di tengah Eropa," katanya.

Rusia Tuduh AS Bertanggung Jawab atas Tindak Kejahatan Perang yang Dilakukan Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia