logo


Komnas HAM Sebut Tidak Mudah Usut Kasus Brigadir J

Taufan menyebut hanya Bharada E yang bisa memberikan keterangan.

2 Agustus 2022 22:15 WIB

Ilustrasi, Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Ilustrasi, Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komnas HAM, Taufan Damanik, mengaku tidak mudah mengusut kasus kematian Brigadir J. Taufan menyebut hanya Bharada E yang bisa memberikan keterangan.

"Susah ya. Bahwa titik krusial itu di TKP atau di rumah yang diduga TKP itu. Kan 2 perkara, pertama soal tembak-menembak, itu hanya ada saudara Bharada E yang bisa memberikan keterangan. Kemudian ada satu lagi Ricky, ADC yang menyaksikan sebagian saja, tidak menyaksikan secara keseluruhan," ujar Taufan kepada wartawan, Selasa (2/8).

Soal dugaan pelecehan seksual, Komnas HAM belum bisa menggali keterangan dari istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Taufan menyebut kondisi Putri masih belum stabil.


Soal Peristiwa Brigadir J, Komnas HAM: Titik Krusialnya Tumpunya Ada di Ibu Putri

"Dugaan pelecehan seksual yang ada siapa? Hanya Ibu Putri yang bisa memberikan keterangan, itu pun kita belum ketemu dia. Karena masa psikologis, dengan LPSK juga belum menyelesaikan prosedurnya," ungkapnya.

Taufan mengatakan bahwa CCTV yang ada dalam rumah dinas Irjen Ferdy Sambo disebut rusak juga menjadi kendala.

"Menurut mereka, informasi mereka, CCTV itu tidak berfungsi. Ini problem besar. Yang kita dapatkan sekarang hanya keterangan. Kan ini nggak lengkap. Jadi orang yang bilang bahwa ini mudah-mudah segala macam anda mau bertumpu pada siapa?," kata Taufan.

"Kan pada keterangan pelaku atau keterangan orang yang mengatakan saya adalah korban pelecehan seksual, kan begitu. Bagaimana kita menyimpulkannya kalau kita nggak bisa mendapatkan seluruh bukti-bukti pendukung lainnya," imbuhnya.

Sebut Muncul Spekulasi Skenario Besar Menutupi Kasus Brigadir J, Pengacara Bharada E: Nggak Ada

Halaman: 
Penulis : Admin