logo


Bakal Tuntut Ganti Rugi JNE Soal Kubur Bansos, Pemilik Lahan: 9 Tahun Tidak Pernah Izin

Rudi mengatakan bahwa JNE selama sembilan tahun menggunakan lahan miliknya sebagai tempat parkir tanpa memberikan uang sewa kepadanya

2 Agustus 2022 19:17 WIB

Publik dihebohkan dengan penemuan beras kemasan yang ditimbun di tanah di kawasan Kampung Serab, Sukmayaja, Depok, Jawa Barat.
Publik dihebohkan dengan penemuan beras kemasan yang ditimbun di tanah di kawasan Kampung Serab, Sukmayaja, Depok, Jawa Barat. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemilik lahan tempat penguburan beras bantuan sosial (bansos), Rudi Samin akan menuntut ganti rugi kepada JNE. Ia mengatakan bahwa JNE tidak meminta izin kepadanya untuk mengubur beras bansos di lahan miliknya di Sukmajaya, Depok.

"Kalau kompensasi berarti pribadi saya ya, saya akan gugat di pengadilan, perbuatan melawan hukum," kata Rudi kepada wartawan, Selasa (2/8/2022).

Rudi mengatakan bahwa JNE selama sembilan tahun menggunakan lahan miliknya sebagai tempat parkir tanpa memberikan uang sewa kepadanya. Ia menuding, JNE menyewa lahan tersebut dengan pihak lain.


JNE Klaim Sudah Ganti Bansos yang Dikubur di Depok, Polisi: Diganti dengan Paket Setara

"Dia (JNE) pakai barang saya ini sembilan tahun tidak pernah bayar. Tidak pernah minta izin, dia pakai," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya akan menuntut ganti rugi kepada JNE sebesar Rp900 juta. Ia mengatakan bahwa lahan miliknya tersebut memiliki luas 43 hektare, sementara lahan yang digunakan untuk mengubur beras bansos sekitar 6.000 meter persegi.

"Kalau kompensasi saya sesuai aturan aja. Dia sewa sama oknum itu Rp100 juta setahun, dikalikan saja sembilan," bebernya.

"Dan perlu diingat, jalan ini adalah punya saya, semua sampai ke sana. Rencana saya mau tutup portal dulu sementara. Kalau nanti tidak juga punya itikad baik, depan JNE langsung saya tembok beton seperti ini," tandasnya.

 

Legislator PKB Minta Polisi Usut Temuan Bansos Dikubur dan Tuntut Perbaikan Distribusi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati