logo


Dubes China Beri Peringatan Keras terhadap Rencana Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan

Dubes China untuk PBB menegaskan bahwa militer China tidak akan tinggal diam jika Nancy Pelosi, Ketua DPR AS, benar-benar berkunjung ke Taiwan

2 Agustus 2022 19:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Al Arabiya

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan bahwa kemungkinan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri akan merusak hubungan antara China dan AS.

Seperti diketahui, laporan media baru-baru ini telah menyebutkan bahwa Pelosi, yang tengah mengadakan kunjungan ke sejumlah negara Asia, kemungkinan juga akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Taiwan.

"Kunjungan seperti itu tampaknya berbahaya dan provokatif," kata Zhang Jun saat briefing pada hari Senin, dikutip RT.com.


Joe Biden Usulkan Perjanjian Nuklir Bilateral AS-Rusia yang Baru, Begini Respons Putin

"Itu akan mengirim sinyal yang salah ke elemen separatis di Taiwan, melanggar kedaulatan dan integritas teritorial China, mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, dan “merusak hubungan antara China dan AS,” tambahnya.

Ia kembali memperingatkan bahwa militer China tidak akan tinggal diam jika kunjungan ke Taiwan itu benar-benar dilakukan, mengingat hal itu dianggap sebagai intervensi AS dalam urusan internal China.

“China sepenuhnya siap untuk merespons. Jika AS bersikeras melakukan kunjungan, China akan mengambil tindakan tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya, dan AS harus menanggung semua konsekuensi serius yang timbul darinya,” utusan itu memperingatkan.

Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian integral dari wilayahnya di bawah kebijakan Satu China, telah mengeluarkan banyak peringatan kepada AS atas rencana Pelosi untuk berkunjung ke Taipei.

Zhang menegaskan kembali bahwa prinsip Satu China adalah “garis merah” dalam hubungan Beijing dengan negara lain, dan tidak seorang pun akan diizinkan untuk melewatinya.

Meskipun mengakui Beijing sebagai satu-satunya otoritas yang sah di China sejak 1979, AS tetap mempertahankan hubungan tidak resmi yang kuat dengan Taiwan, menjual senjata canggih ke Taipei dan mendukung kemerdekaannya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, karena pengaruh beberapa kekuatan eksternal, situasi di Taiwan telah berubah menjadi lebih buruk, dan elemen ‘kemerdekaan Taiwan’ bergerak ke jalan yang salah. Tanpa tindakan penahanan yang cepat terhadap mereka, situasinya dapat berisiko kehilangan kendali,” tegas Zhang Jun.

Cegah Krisis Energi, Inggris Akhirnya Longgarkan Kebijakan Sanksi Anti-Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia