logo


China Minta Semua Pihak untuk Tak Jatuhkan Sanksi Tambahan bagi Korea Utara

Menurut Dubes China untuk PBB, sanksi tambahan hanya akan membuat ketegangan antara AS dengan Korut semakin meningkat

2 Agustus 2022 13:06 WIB

Bendera Korut
Bendera Korut Kumparan

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Dubes China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan bahwa Beijing tidak akan mendukung pemberlakuan sanksi tambahan terhadap Korea Utara. Menurutnya, peningkatan sanksi tersebut hanya akan memperburuk situasi ketegangan antara Washington dan Pyongyang.

"Untuk Dewan Keamanan, tentu saja, peran yang dimainkan oleh Dewan Keamanan harus kondusif dalam upaya memperbaiki situasi daripada memperburuk situasi," kata Zhang dalm sebuah konferensi pers, Senin (1/8), dikutip Sputniknews.

"Kami tidak berpikir sanksi tambahan akan membawa situasi ke mana-mana, sebaliknya itu akan semakin memperburuk ketegangan di antara para pihak."


Kosovo Larang Penggunaan Pelat Nomor dan Dokumen Resmi Serbia, Rusia: Tidak Masuk Akal

Dubes juga meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menghindari tindakan provokatif, yang berpotensi memicu terjadinya pertempuran.

Sebelumnya pada hari Senin, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa Korea Utara bermaksud untuk melakukan uji coba nuklir ketujuhnya pada tahun ini. Pada hari Selasa (2/8), Menteri Unifikasi Korea Selatan Kwon Young-se menyatakan kekhawatiran bahwa tetangga utara mereka dapat melakukan uji coba nuklir baru tak lama setelah peringatan penandatanganan Gencatan Senjata Perang Korea pada 27 Juli.

Zhang mengatakan bahwa China tidak memiliki informasi yang valid tentang uji coba semacam itu.

Diketahui, Korea Utara sudah mengintensifkan uji coba peluncuran rudal balistik pada tahun 2022 ini. Sejak awal tahun, Pyongyang tercatat sudah meluncurkan 18 rudal, beberapa di antaranya diduga merupakan rudal hipersonik. Pada akhir Juni kemarin, menteri unifikasi Korea Selatan Kwon Young-se mengatakan bahwa Korea Utara telah menyelesaikan semua persiapan untuk uji coba nuklir tetapi sedang menunggu saat yang tepat untuk memaksimalkan efeknya.

Kapal Selam yang Diperoleh Australia dari AUKUS Tak Akan Dilengkapi dengan Senjata Nuklir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia