logo


Heboh Gus Samsudin dari Blitar, PBNU: Jangan Kiai-kan Dukun, Karomah Tidak Diobral

PBNU mengatakan bahwa kemuliaan seseorang bisa dilihat dari amal dan ilmunya, bukan dari keanehan yang ditunjukkan ke publik.

2 Agustus 2022 12:07 WIB

Ahmad Fahrur Rozi
Ahmad Fahrur Rozi Tangkapan Layar YouTube Deddy Corbuzier

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belum lama ini, nama Gus Samsudin menjadi viral setelah warga sekitar meminta Padepokan Nur Dzat Sejati miliknya yang terletak di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ditutup permanen. Warga menilai Gus Samsudin melakukan penipuan dengan berkedoak pengobatan atau rukiyah.

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi meminta masyarakat selektif sehingga bisa membedakan antara dukun dan kiai. Ia menegaskan bahwa keduanya adalah hal yang berbeda.

"Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun di kiai-kan, itu salah. Jangan kiai-kan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. (Kalau dukun) itu tipuan, sihir, atau sulap," kata Gus Fahrur di laman resmi NU, dikutip Selasa (2/7/2022).


Bukan Hilang, Mardani H Maming Ziarah Makam Wali Songo saat Dicari KPK

Ia mengatakan bahwa kemuliaan seseorang bisa dilihat dari amal dan ilmunya, bukan dari keanehan yang ditunjukkan ke publik.

"Nabi tidak mengajari yang aneh-aneh. Mengajari salat dan kebaikan. Tapi ukurannya Nabi. Kalau (perilaku) mereka tidak cocok dengan Nabi atau walaupun bisa terbang, tetap itu bukan wali," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa karomah tidak diberikan kepada sembarang orang. Ia mengatakan demikian sebagaimana mukjizat yang diberikan kepada nabi.

"Itu pun sifatnya hanya untuk menguatkan kenabian. Sementara wali juga begitu, ada karomah. Syekh Abdul Qodir Al Jailani pernah mengingatkan jangan kamu heran kalau ada orang bisa jalan di atas air atau terbang di angkasa, sebab burung bisa terbang dan ikan malah jalan di dalam air," bebernya.

Soal Brigadir J, PBNU Minta Semua Pihak Menahan Diri Agar Tidak Gaduh

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati