logo


Sesalkan Kominfo Dihujat, Denny Siregar: Aneh, Bukannya Didukung

PSE yang tak mendaftar di Kominfo harus ditindak tegas.

2 Agustus 2022 04:37 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar menyayangkan sikap sejumlah warganet yang menghujat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atas pemblokiran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang tidak menaati aturan.

Menurutnya, langkah Kominfo dalam menegakkan kebijakan semestinya didukung penuh oleh publik.

Denny menilai pengguna platform hanya sebatas konsumen yang dikeruk uangnya. Sedangkan negara, kata dia, tak memperoleh apapun dari platform tersebut.


PayPal Diblokir, Sandiaga Uno: Negara Punya Aturan dan Harus Ditaati

“Sekalinya negara mau ambil peran, malah dihujat. Aneh sih, bukannya didukung,” cuitnya di akun Twitter @DennySiregar7, dikutip Selasa (2/8).

“Indonesia itu penduduk no 4 terbanyak dunia. Negara ke 6 pengguna internet terbesar dunia. Selama ini kita cuman jadi konsumen doang. Dikerok duitnya. Dijual datanya. Negara gak dapat apa-apa,” jelasnya.

Diketahui, per 30 Juli 2022, Kominfo memblokir beberapa PSE, antara lain Steam, Counter-Strike Global Offensive, Epic Games, Origin hingga PayPal. Tagar #BlokirKominfo menggelora seiring pemberhentian operasi sejumlah platform tersebut.

Selain game online, warganet sangat menyesalkan Kominfo memblokir PayPal. Pasalnya banyak masyarakat yang menggunakannya untuk keperluan pekerjaan.

Kominfo lantas membuka sementara akses PayPal supaya masyarakat bisa menarik uang mereka. Adapun akses dibuka selama lima hari mulai Senin (1/8).

Soal Teror Buntut Pemblokiran PayPal, Ini Kata Johnny

Halaman: 
Penulis : Iskandar