logo


Rusia Tuding Kiev sebagai Pelaku Serangan yang Tewaskan Puluhan Tawanan Perang Ukraina

Wakil Dubes Rusia untuk PBB mengatakan bahwa Moskow memiliki bukti yang menunjukkan jika serangan terhadap fasilitas penahanan di wilayah Donetsk dilakukan oleh militer Ukraina

31 Juli 2022 20:45 WIB

Serangan bom terjadi pada Jumat (29/7) terhadap fasilitas penahanan di kota Elenovka, yang menampung para tawanan perang Ukraina
Serangan bom terjadi pada Jumat (29/7) terhadap fasilitas penahanan di kota Elenovka, yang menampung para tawanan perang Ukraina Sputniknews

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky, mengatakan bahwa pemerintah Rusia sudah memberi tahu PBB jika mereka memiliki bukti yang menunjukkan bahwa pasukan Ukraina lah yang melancarkan serangan bom pada Jumat (29/7) terhadap fasilitas penahanan di kota Elenovka, yang terletak di wilayah Republik Rakyat Donetsk.

“Hari ini kami memberi tahu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa kami memiliki bukti tak terbantahkan tentang tanggung jawab Ukraina atas penembakan Elenovka. PBB seharusnya...mengutuk kejahatan rezim Kiev ini,” kata Polyanskiy dalam postingan Telegram, dikutip Sputniknews.

Dia menekankan bahwa Rusia mengutuk upaya Kiev untuk menyalahkan Rusia atas serangan itu, dan mempersilahkan PBB untuk menggelar investigasi secara independen.


Ketua DPR AS Tur ke Asia, Jadi Mampir ke Taiwan?

"Kami telah meminta PBB untuk segera memberikan penilaian objektif tentang apa yang terjadi," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Rusia telah mengundang para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah untuk berpartisipasi dalam penyelidikan penembakan mematikan terhadap pusat penahanan pra-sidang di Elenovka.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Jumat (29/7) juga sudah menawarkan dukungannya dalam proses evakuasi korban luka. Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan pada hari Sabtu bahwa PBB siap untuk melakukan penyelidikan atas penembakan Elenovka.

Sementara itu, Pemimpin Republik Rakyat Donetsk Denis Pushilin pada Jumat (29/7) mengatakan bahwa serangan terhadap fasilitas penahanan telah direncanakan dan diluncurkan oleh Ukraina karena para militan yang dipenjara di sana, khususnya para prajurit yang tergabung dalam batalyon nasionalis Azov, mulai memberikan kesaksian mereka soal tindak kejahatan perang yang melibatkan rezim Kiev.

Gegara Konflik, Hasil Panen Ukraina Turun 50 Persen

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia