logo


Gemerlap Upacara Pembukaan ASEAN Para Games 2022, Perjuangan Kesetaraan Terpancar dari Solo

Solo menghadirkan perayaan manis untuk ASEAN Para Games 2022.

31 Juli 2022 18:05 WIB

Upacara pembukaan ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (30/7).
Upacara pembukaan ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (30/7). ANTARA FOTO/Maulana Surya

SOLO, JITUNEWS.COM - Upacara pembukaan ASEAN Para Games Solo 2022, Sabtu malam (30/7) sukses digelar. Meski disiapkan dalam waktu yang mepet, berbagai pertunjukan mampu menghadirkan semangat dan kemeriahan kepada 15 ribu penonton yang hadir langsung di Stadion Manahan Solo dan juga pemirsa di seluruh Tanah Air.

Penyelenggaraan ASEAN Para Games Solo 2022 baru memasuki babak awal, namun malam itu Solo sudah sukses menghadirkan momen perayaan manis untuk Indonesia terutama komunitas olahraganya, setelah hampir tiga tahun bergulat dengan pandemi Covid-19.

Sepanjang acara, berbagai pertunjukan dan atraksi dalam upacara pembukaan ASEAN Para Games Solo 2022, menyuguhkan konsep yang menonjolkan budaya masyarakat Jawa.


Tahun Baru Islam, Ma'ruf Amin: Hendaknya Kita Melakukan Hijrah

Fokus penonton diarahkan ke sebuah panggung yang lengkap dengan latar layar video besar yang diapit dua patung wayang kulit raksasa. Ukuran layar utama hampir saja menyaingi lebar lapangan sepak bola di depannya. Di kiri kanan layar utama, empat bentuk gunungan wayang juga berdiri dan berfungsi sebagai layar.

Mengusung tema 'Together We Win', unsur tradisionalitas dan sportifitas silih berganti mewarnai rangkaian acara pada upacara pembukaan ASEAN Para Games ke-11 ini. Atau bahkan dua nuansa itu muncul bersamaan, seperti ketika sosok karakter tokoh pewayangan tampil di video mapping dengan membawa pesan-pesan yang syarat nilai perjuangan, kebersamaan,  dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita dan prestasi.

Hal itu membuat malam upacara pembukaan ASEAN Para Games Solo 2022 menjadi gema pembuktian bahwa Indonesia tampil dengan percaya diri dan kebanggaan menjadi tuan rumah, setelah dengan berani mengambil alih mandat dari Vietnam, yang mundur karena tidak siap.

ASEAN Para Games merupakan event yang melekat dengan penyelenggaraan ASEAN Games. Biasanya digelar dua pekan setelah event ASEAN Games berakhir. Pada ASEAN Games 2021, Vietnam yang menjadi tuan rumah melepas kewajibannya untuk menggelar ASEAN Para Games.

Indonesia kemudian tampil sebagai penggantinya dengan Solo dan tiga kabupaten/kota lainnya yakni Surakarta, Karanganyar, dan Semarang menjadi tuan rumah. Alasannya sederhana, komunitas olahraga disabilitas di Indonesia perlu ruang untuk berkompetisi dan bangkit lagi pascapandemi. Apalagi sebelumnya, pada 2021 Filipina juga batal menggelar ASEAN Para Games.

“Selamat malam semua, good evening. Welcome to Solo. Terima kasih atas kepercayaan menunjuk  Solo sebagai tuan rumah ASEAN Para Games ke-11,  pada 2022 ini,” sapa Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat membuka pidatonya di upacara pembukaan ASEAN Para Games Solo 2022.

Pria yang akrab dipanggil Mas Wali itu mengenakan pakaian kebesaran tradisional  keraton Solo dan datang ke podium dengan menunggang kuda, sebagai bagian dari kejutan untuk memeriahkan acara itu.

Setelah membuka pidatonya, Gibran menggugah warga Solo untuk merasakan kebanggaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Para Games 2022.

“Warga Solo saya mau bertanya, bangga tidak jadi tuan rumah ASEAN Para Games untuk kedua kalinya,” tanya Gibran yang disambut riuh para penonton.

Ketua INASPOC itu kembali mengingatkan bahwa Solo sebelumnya juga pernah sukses menyelenggarakan ASEAN Para Games yaitu pada 2011.

Dalam tujuh hari ke depan, 1.248 atlet akan berkompetisi mengharumkan nama negara masing-masing. Mereka akan berkompetisi dalam 924 event untuk berjuang memperebutkan 453 medali.

Adapun Presiden of ASEAN Para Sports Federation (APSF) Maj Gen. Osoth  Bhavilai, mengaku sangat menantikan momen-momen tersebut.

“Selama empat tahun lamanya, keluarga olahraga paralimpiade menantikan  momen ini. Dan sekarang momen itu telah datang. Kita berharap momen ini dapat memperbarui solidaritas dan persahabatan kita dan juga menginspirasi, menambah kekuatan kita melalui olahraga untuk menikmati momen-momen di ASEAN Para Games. Terima kasih Solo, terima kasih Indonesia untuk momen ini,” ucap Osoth Bhavilai.

“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan rasa terima kasih saya kepada pemerintah Indonesia untuk komitmennya yang kokoh untuk mewujudkan ASEAN Para Games ke-11 di sini, di Solo,” sambung dia.

Osoth tampil di pertengahan acara setelah Gibran memberikan kata sambutan. Sebelum itu, tampil juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, orang nomor satu di Jawa Tengah itu kali ini tidak berdiri di podium untuk berpidato, melainkan ikut mengambil peran dalam pertunjukan seni.

Ganjar yang membawa gendang berinteraksi secara komikal dengan pelawak Dodit Mulyanto dan penyanyi Endah Laras yang ada di atas panggung. Mulanya hanya suara gendang yang terdengar dipukul tidak beraturan. Penonton pun heboh setelah lampu sorot diarahkan ke tiga orang yang berdiri di seberang lapangan. Ternyata salah satunya adalah Ganjar yang berdiri di tengah memukul-mukul gendang.

Kemudian, Endah Laras dan Ardha Krisna Pratama, penyanyi cilik disabilitas netra bersuara merdu, mengalunkan “Bengawan Solo”.  Sebelumnya penyanyi disabilitas netra Putri Ariani juga tampil membuka acara untuk menyanyikan ‘Indonesia Raya’.

Dalam acara ini, desain tata letak kursi penonton dan area pertunjukan terbilang unik. Jika biasanya lapangan hijau yang dijadikan pusat atraksi, di upacara pembukaan ASEAN Para Games Solo 2022, bagian lapangan sepakbola itu dijadikan tempat penonton dengan kursi-kursi yang ditata dalam enam grup. Panggung utama dibuat seperti sebuah layar dalam pertunjukkan wayang.  Sekitar 1/3 bagian di tribun Stadion berkapasitas 20 ribu orang itu pun dibiarkan kosong tanpa penonton.

Pada parade kontingen, rombongan masing-masing negara dikawal oleh karakter tokoh wayang, seperti Bima, Arjuna, Rama, Rahwana, Punokawan, Gatot Kaca dan Sriwedari.  Kamboja menjadi negara pertama berjalan dalam parade yang menampilkan 11 negara peserta. Selanjutnya,  Lao PDR, Malaysia, Myanmar,  dan Filipina. Disusul Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam kemudian Indonesia menjadi penutup iring-iringan parade tersebut.

Di acara puncak, Wakil Presiden Ma’ruf Amin tampil memberikan pidato sekaligus membuka secara resmi ASEAN Para Games Solo 2022. Dalam kesempatan itu, Wapres mengatakan bahwa  ia  merasa gembira karena dapat hadir di Stadion Manahan Surakarta untuk membuka ASEAN Para Games Solo 2022. Menurutnya, Para Games adalah ajang istimewa karena jadi sumber inspirasi tentang kesetaraan.

“Para Games juga istimewa karena atlet-atlet Para Games membuktikan bahwa dorongan untuk meraih cita-cita dan mengukir prestasi harus lah lebih kuat dari hambatan yang dihadapi,” kata Wapres seraya menyebut bahwa Solo merupakan kota yang kaya akan kebudayaan dan juga kota penting untuk pembinaan olahraga paralimpiade karena menjadi rumah bagi Komite Paralimpiade  Nasional Indonesia.

Wapres Ma'ruf menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan  Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka beserta jajarannya atas kerja keras yang telah dilakukan dalam mempersiapkan penyelenggaran ASEAN Para Games 2022.

“Saya berhap perhelatan olahraga ini akan semakin mempererat hubungan persahabatan negara-negara dan masyarakat ASEAN. Saya juga berharap ASEAN Para Games akan menjadikan komunitas ASEAN semakin inklusif dan tangguh. Akhirnya dengan mengucap, Bismillahi Rahmanir Rahim, ASEAN Para Games ke 11 tahun 2022 saya nyatakan secara resmi dibuka,” kata dia.

Usai berpidato, Wapres mengacungkan keris diiringi atraksi video mapping yang menggambarkan petir yang bergemuruh.

Acara pun ditutup dengan penyalaan obor ASEAN Para Games yang dilakukan oleh Hanik Pujiastuti yang merupakan atlet Paramenembak. Sebelum diakhiri, penyanyi Nella Kharisma tampil membawakan lagu tema ASEAN Para Games  Solo 2022 berjudul ‘S for E’ yang merupakan akronim dari tagline ASEAN Para Games 2022 yaitu ‘striving for equality’ (berjuang untuk kesetaraan).

Ganjar Pranowo Disebut Litte Jokowi, Pengamat: Dianggap Sangat Mirip

Halaman: 
Penulis : Iskandar