logo


Unggahan Meme Stupa Roy Bukan Penistaan, Lieus: Umat Buddha itu Bukan Pemuja Patung

Patung hanya simbol, tidak sakral.

31 Juli 2022 04:30 WIB

Tokoh Masyarakat Tionghoa Jakarta, Lieus Sungkharisma.
Tokoh Masyarakat Tionghoa Jakarta, Lieus Sungkharisma. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aktivis sosial Lieus Sungkharisma buka suara soal kasus dugaan penistaan agama yang membelit Roy Suryo. Hal itu diketahui buntut unggahan meme stupa Borobudur mirip wajah Presiden Jokowi.

Menurut Lieus, apa yang diperbuat Roy itu bukan penistaan. Editan stupa yang disebar Roy dinilai bukan hal yang sakral bagi pemeluk agama Buddha..

"Saya sebagai umat Buddha enggak tega. Umat Buddha itu bukan pemuja patung. Patung itu hanya simbol, dia tidak sakral. Kalau relief Buddha itu sakral,” ujar Lieus, dilansir dari detik.com, Minggu (31/7).


Laporan Roy Suryo soal Akun Penyebar Meme, Pengacara: Tidak Ada yang Dihentikan

Tokoh berdarah Tionghoa itu kemudian menyinggung patung Buddha yang mirip Presiden ke-4 RI Abdurachman Wahid alias Gus Dur yang sejauh ini tak diributkan.

"Ada patung Buddha mirip Gus Dur, kok nggak ada yang marah,” kata Lieus.

Dia mengaku tak habis pikir bila unggahan Roy dianggap penistaan. “Roy Suryo itu dia bukan edit. Dia penjelasannya itu soal harga naik ke Candi Borobudur kok tinggi sekali," tegasnya.

Diketahui, Roy Suryo dijerat pasal penistaan agama terkait unggahan stupa mirip Jokowi.

"Pasalnya kena di UU ITE Pasal 28 ayat 2. Jadi dijerat di UU ITE Pasal 28 ayat 2 kemudian Pasal 156a KUHP dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946," kata Kombes E Zulpan, Jumat (22/7).

Adapun Roy Suryo, pada Kamis (28/7), kali kedua diperiksa sebagai tersangka kasus tersebut.

Lieus Sungkharisma Bela Roy Suryo, Ruhut Sitompul: Ikut Dong Masuk Penjara

Halaman: 
Penulis : Iskandar