logo


Soal KIB, Fahri Hamzah: Mana Ada Partai Kumpul Beda Kepentingannya

Fahri Hamzah menanggapi soal partai yang membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

30 Juli 2022 20:30 WIB

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah Twitter @Fahrihamzah

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menanggapi soal partai yang membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk oleh PAN, PPP, dan Golkar.

"Mana ada partai kumpul beda kepentingannya. Mau Golkar membiarkan PAN besar? kemudian PAN membiarkan PPP besar dalam satu cermin sama? Mustahil. Itu desain bohong," kata Fahri dalam diskusi Total Politik di Jakarta Selatan, Sabtu (30/7).

Fahri mengatakan bahwa harus ada kejujuran agar publik tidak tertipu soal koalisi. Fahri menyebut bahwa koalisi tidak ada gunanya sampai didaftarkan di KPU. Menurutnya, yang lebih penting adalah menyiapkan ide-ide dan pikiran.


Ganjar Pranowo Disebut Litte Jokowi, Pengamat: Dianggap Sangat Mirip

"Harus ada kejujuran kita untuk mengakui kita ini lagi ngapain sebenarnya, supaya publik juga tidak tertipu bahwa koalisi tidak ada gunanya sampai dia didaftarkan di KPU. Jadi kalau dia tidak didaftarkan di KPU, itu artinya masih bohong," kata Fahri.

"Pura-pura masih manuver padahal lebih penting dari prosedur ini adalah menyiapkan satu kontestasi yang memfasilitasi ide-ide dan pikiran daripada kandidat, baik kandidat legislatif maupun eksekutif dalam hal ini calon presiden," tambahnya.

Fahri menilai pembentukan KIB mengganggu kinerja kabinet Presiden Joko Widodo. Menurutnya, KIB ada kaitannya dengan reshuffle.

"Karena ini ada kaitannya dengan reshuffle dan dengan pembentukan aliansi pasca-Jokowi, menurut saya itu mengganggu kinerja kabinet Pak Jokowi," katanya.

Fahri menyinggung soal menteri yang sibuk berpolitik padahal Jokowi membutuhkan dukungan dalam menghadapi krisis yang terjadi.

"Masa menteri-nya sibuk perpolitik mereka jadi pimpinan parpol padahal Presiden memerlukan dukungan yang lebih positif produktif, profesional untuk menghadapi krisis-krisis yang sekarang menghadang," katanya.

"Jadi menurut saya meski kita mulai mengakhiri pencampuran kerja politik dengan kerja profesional kabinet, karena ini adalah sistem presidensial semua anggota kabinet sepenuhnya hak prerogatif presiden mesti kita kembalikan hak itu ke presiden," tambahnya.

Soal 3 Nama Bacapres NasDem, Fahri Hamzah: Cuma Bohongi Rakyat

Halaman: 
Penulis : Admin