logo


Kasus Covid-19 di Sekolah Kembali Ditemukan, DPR: Semua Pihak Harus Vaksin Booster

murid, guru maupun wali murid harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat

28 Juli 2022 10:01 WIB

Ilustrasi Murid Sekolah Dasar Nakal. Sumber foto: Flickr Hendra Prabowo
Ilustrasi Murid Sekolah Dasar Nakal. Sumber foto: Flickr Hendra Prabowo

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kasus Covid-19 di sekolah kembali ditemukan, kali ini di Jakarta. Alhasil Pemprov DKI Jakarta kembali menutup sementara sekolah akibat temuan kasus Covid-19.

Anggota Komisi X DPR, Bramantyo Suwondo menilai sudah selayaknya sekolah baik itu murid, guru maupun wali murid harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat agar tidak ditemukannya kasus seperti itu.

Selain itu juga, legislator partai Demokrat ini mendorong agar semua pihak terlibat dalam kegiatan di sekolah harus segera ikut melakukan vaksin booster untuk dapat menekan penularan resiko Covid-19.


Infeksi Covid Berpotensi Meningkat di Akhir Tahun, Jerman Kembali Berlakukan Aturan Wajib Masker

"Menurut saya protokol kesehatan di sekolah masih harus diterapkan agar resiko penularan COVID-19 di sekolah dapat ditekan," kata Bramantyo di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

" Selain itu juga saya sekaligus mendorong agar seluruh wali murid, guru dan tenaga pendidikan untuk cepat melaksanakan booster vaksin COVID-19 agar dapat menekan resiko penularan covid-19 sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota pendidikan di satuan pendidikan," imbuhnya.

Bram  menilai tidak ada masalah jika disuatu sekolah ditemukan adanya Covid-19 dengan menerapkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga kesehatan semua pihak karena itu solusi sementara.

Namun demikian, bila semua pihak sudah melakukan vaksin booster dan tetap menerapkan prokes ketat ia yakin proses pembelajaran tatap muka (PTM) akan berjalan lancar. Ini harus dilakukan agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa terjaga.

"Mengalihkan kegiatan belajar menjadi daring untuk waktu yang singkat yaitu dalam beberapa hari menurut saya bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan peserta didik dan pendidik untuk sementara waktu," kata dia.

"Bilamana situasi dinilai sudah kondusif, menurut saya PTM sudah bisa dilaksanakan kembali hal ini tentunya untuk memastikan kualitas pendidikan perserta didik tetap terjaga juga di masa pandemi," tukasnya.

Diketahui satu sekolah di Jakarta, yakni SMP Negeri 85 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dilockdown selama 10 hari sejak tanggal 18 hingga 28 Juli 2022.

Pada Kamis, 14 Juli 2022, terdapat laporan siswa kelas VIII B terkonfirmasi positif COVID-19. Siswa tersebut masih masuk sekolah sehari sebelumnya. Puskesmas setempat langsung melakukan penelusuran kontak.

Jokowi Perintahkan Jemaah Haji yang Pulang Divaksin Booster

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar