logo


Hanan Attaki Ditolak di Sejumlah Daerah Jatim, MUI: Di Sini Pesantrennya Ribuan, Belum Tentu Cocok

MUI sebut Hanan Attaki tetap bisa melakukan dakwah di Jawa Timur khususunya di daerah yang masyarakatnya heterogen

28 Juli 2022 06:00 WIB

Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia.
Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia. Istimewa

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Ma'ruf Khozin buka suara terkait penolakan Ustaz Hanan Attaki di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Jember, Situbondo hingga Sumenep.

Khozin mengatakan bahwa penolakan tersebut terjadi karena adanya perbedaan kultur. Oleh karena itu, ia menilai wajar apabila masyarakat menolak penceramah yang memiliki kultur yang berbeda.

"Kalau boleh jadi di satu provinsi cocok, belum tentu di wilayah yang di sini pesantrennya ribuan, belum tentu cocok," kata Khozin di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (27/7/2022).


Masuk Tahun Politik, Legislator PKB Minta MUI Mampu Meneduhkan Umat

Ia mengatakan bahwa kultur pesantren dan kiai telah mengakar di Jawa Timur. Sementara ia menyebut Hanan Attaki sebagai penceramah yang memiliki kultur dakwah gaul.

"Kalau terus tiba-tiba ada pendakwah yang berbeda kultur, beda cara, misalnya dakwah gaul (acara ceramah Hanan Attaki). Dakwah gaul ini bagaimana? Sementara di wilayah Jatim yang sudah religius (dakwah Hanan Attaki) dikhawatirkan merusak tatanan," jelasnya.

Meski demikian, ia menyebut Hanan Attaki tetap bisa melakukan dakwah di Jawa Timur khususunya di daerah yang masyarakatnya heterogen seperti Surabaya.

"Di beberapa daerah boleh. Di Surabaya diterima. Tergantung heterogen masyarakatnya," pungkas dia.

 

Ma'ruf Amin Minta MUI dan Ormas Ulama Lain Tak Terlibat Penentuan Capres Cawapres

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati