logo


Ma'ruf Amin Minta MUI dan Ormas Ulama Lain Tak Terlibat Penentuan Capres Cawapres

Ma'ruf mengatakan bahwa capres-cawapres adalah pilihan masing-masing pihak

27 Juli 2022 19:07 WIB

KH Ma\'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin Instagram @kkyai_marufamin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin minta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak ribut soal calon presiden dan calon wakil presiden 2024. Ma'ruf tidak ingin ada konflik di kalangan umat Islam.

"Yang penting lagi tentu dalam mitra pemerintah menjaga keutuhan bangsa terutama dalam menghadapi pemilu yang akan datang ini. Jangan sampai terjadi pilihan yang berbeda itu menimbulkan konflik di kalangan bangsa juga di kalangan umat Islam," kata Ma'ruf Amin dalam acara Milad ke-47 MUI, Selasa (26/7).

Ma'ruf mengatakan bahwa capres-cawapres adalah pilihan masing-masing pihak. Ma'ruf tidak ingin terjadi benturan.


Senang Rizieq Bebas, PKS Tak Berandai-andai soal Pilpres 2024

"Oleh karena itu saya sering mengatakan kita jadikan prinsip yang kita sudah lakukan yaitu apa namanya, capresukum, lakum capresukum walana capresana, capres ente capres ente, capres saya capres saya. Tidak perlu terjadi benturan-benturan," jelasnya.

Ma'ruf minta MUI dan ormas lainnya tidak terlibat dalam menentukan capres-cawapres. Ma'ruf mengatakan bahwa yang menentukan capres-cawapres adalah partai politik. Ma'ruf mengatakan bahwa MUI hanya perlu mengarahkan soal sosok yang terbaik.

"Dan Majelis Ulama dan ormas-ormas ulama tidak terlibat dalam menentukan calon presiden dan wakil presiden. Yang menentukan itu adalah partai politik atau gabungan partai politik. Jadi kita tidak perlu ribut-ribut urusan capres, jangan ribut capres, itu nanti partai politik dan gabungan partai politik," katanya.

"Kalaupun kita nanti menentukan itu, mengarahkan supaya memilih yang terbaik daripada calon presiden dan wakil presiden. Karena kata Rasulullah SAW siapa yang mengangkat, yang kerja untuk urusan umat, urusan masyarakat tetapi dia tahu ada yang lain yang lebih afdal, ada yang lain yang lebih layak, ada yang lain yang lebih pantas, berarti dia mengkhianati Allah, mengkhianati orang mukmin semua, karena itu kita mengarahkan semua supaya memilih yang afdal, jangan yang tidak afdal, tentu yang mempunyai kapasitas, kapabilitas, integritas, akhlak yang mulia supaya yang dipilih yang terbaik daripada calon yang ada, itu saya kira Majelis Ulama mengarahkan kepada yang itu, bukan suka tidak suka, tapi yang terbaik," tuturnya.

Jelang Deklarasi Koalisi dengan PKB, Gerindra: Berharap Koalisi Akan Bertambah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata