logo


Darurat Energi, Swiss Bakal Berlakukan Pemadaman Bergilir

Pemerintah Swiss dikabarkan akan berencana memberlakukan status darurat energi, ditengah berkurangnya pasokan gas alam Rusia

24 Juli 2022 20:04 WIB

Bendera Swiss
Bendera Swiss Lonely Planet

BERN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Swiss dikabarkan berencana memberlakukan status darurat energi jika pasokan gas alam ke wilayahnya berkurang. Surat kabar Basler Zeitung melaporkan bahwa pemerintah Swiss kini sudah bekerja sama dengan para pelaku sektor industri untuk rencana tersebut.

Langkah yang diupayakan oleh pemerintah Swiss tersebut mencakup kampanye kesadaran publik dengan mengeluarkan seruan penghematan energi listrik hingga pembatasan pasokan listrik untuk daerah tertentu di negara itu dari empat hingga delapan jam sehari sebagai tindakan yang lebih ketat.

“Anda harus membayangkan ini sebagai teka-teki. Segmen individu akan terputus selama empat jam, kemudian dihidupkan kembali sementara yang lain terputus. Beberapa bagian jaringan – potongan-potongan teka-teki – tidak akan memiliki daya selama empat jam, kemudian memiliki daya lagi selama empat atau delapan jam tergantung pada situasinya,” kata kepala Asosiasi Perusahaan Listrik Swiss (VSE), Michael Frank, kepada outlet tersebut.


Pemerintah Jepang Bakal Melarang Vladimir Putin Hadir di Upacara Pemakaman Shinzo Abe

Sejumlah pakar memperkirakan bahwa seruan untuk mengekang konsumsi listrik akan membantu mengurangi penggunaan gas alam sebesar 5%. Rencana tersebut juga menawarkan transisi bagi bisnis untuk menjalankan produk minyak alih-alih gas, jika memungkinkan. Pemerintah memperkirakan langkah-langkah ini dapat mengurangi konsumsi sebanyak 20%.

Menurut surat kabar itu, prospek apakah rencana penghematan energi akan dilaksanakan tergantung pada apakah Rusia akan terus memasok gas ke pelanggan Eropa dan berapa besar volume gas yang akan dikirim.

Hungaria Minta Uni Eropa Segera Lakukan Negosiasi dengan Rusia soal Pasokan Gas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia