logo


One Piece 1054: Kuatnya Pengaruh Sabo, Api Pemberontakan Sudah Menyebar ke Seluruh Dunia

Sabo mendorong negara-negara untuk merdeka dari kuasa Pemerintah Dunia.

23 Juli 2022 11:40 WIB

Sabo
Sabo Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pada akhirnya Sabo diperlihatkan oleh Eiichiro Oda. Hal ini sangat dinantikan sejak orang nomor 2 Pasukan Revolusi itu muncul di koran secara misterius.

Tak jelas bagaimana pemberitaan Sabo setelah merecoki pertemuan Reverie. Yang ada hanya ekspresi kaget petinggi Revolusi, Monkey D Dragon beserta bawahannya. Bahkan, sebagian penggemar One Piece berasumsi Sabo telah mati dalam peristiwa itu.

Namun kini, lewat One Piece 1054, telah diketahui bahwa Sabo masih hidup. Dia berhasil menjalankan misi penyelamatan Kuma yang sebelumnya diperbudak oleh Tenryubito. Tentu saja, kesuksesan misi ditunjang oleh petinggi Revolusi lainnya, yakni Morley, Karasu, dan Lindbergh.


Fan One Piece Heboh, Buggy Disinyalir jadi Yonko

Tak hanya membawa kabur Kuma, Sabo dkk bahkan menghancurkan sejumlah kediaman Naga Langit di Mary Geoise dan membakar monumen Cakar Naga yang merupakan simbol bangsawan dunia. Itu memang deklarasi perang dari Pasukan Revolusi.

Angkatan Laut dibuat jengkel oleh aksi Sabo cs. Akainu bingung. Pasukan menipis seiring penanganan berbagai persoalan, mulai upaya penangkapan Shicibukai hingga perburuan Yonko di Wano. Melawan Pasukan Revolusi dengan kekuatan seadanya dinilai keputusan sembrono.

One Piece 1054 mengungkap orang yang terbunuh saat Reverie adalah Raja Alabasta, Nefertari Cobra. Pelakunya pun bukan Sabo, melainkan kaki tangan Pemerintah Dunia. Ya, Sabo dituduh pembunuh. Pembaca berita pasti menyangka bahwa kakak angkat Luffy lah yang menghabisi nyawa Cobra. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Begitulah kelicikan Pemerintah Dunia di bawah Im.

Lalu anak Cobra, Nefertari Vivi, tak diketahui di mana ia berada. Pada saat kekacauan terjadi, Vivi disebutkan menghilang. Di antara para Naga Langit, ada satu karakter yang mencuri perhatian. Ia Saint Mjosgard. Pria itu memiliki pandangan berseberangan dari bangsawan lain. Ia disebut-sebut memiliki peran dalam kekacauan. Ia disinyalir kuat melindungi para Revolusioner itu.

Akan tetapi bintang di One Piece kali ini adalah Sabo. Api pemberontakannya sudah menyebar ke seluruh dunia. Ia mendorong negara-negara untuk merdeka dari kuasa Pemerintah Dunia.

Sabo pun mendapat julukan Entei, Kaisar Api. Nama ini terdengar lebih bombastis ketimbang Hiken (tinju api), julukan yang disandang Portgas D Ace.

Pengaruh Sabo dikatakan lebih besar dibandingkan pimpinannya, Dragon. Ia dipuja hampir seperti dewa. Pencapaian ini seiring dengan prestasi Luffy yang baru saja meraih gelar Yonko usai menumbangkan Kaido.

Jadi Saingan Luffy, Shanks Mulai Ikut Buru One Piece

Halaman: 
Penulis : Iskandar