•  

logo


Geram Tak Terima Laporan Soal Insiden di Rumah Irjen Ferdy, Ketua RT: Saya Ini Jenderal Loh

Ketua RT menjelaskan bahwa decoder CCTV di pos yang diganti, bukan CCTV dirumah Irjen Ferdy Sambo

14 Juli 2022 08:20 WIB

Ketua RT Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Mayjen (Purn) Seno Sukarto mengaku geram dengan insiden penembakan yang menewaskan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
Ketua RT Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Mayjen (Purn) Seno Sukarto mengaku geram dengan insiden penembakan yang menewaskan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua RT Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Mayjen (Purn) Seno Sukarto mengaku geram dengan insiden penembakan yang menewaskan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Pasalnya, ia tidak menerima laporan terkait insiden itu.

"Sebetulnya terus terang saya justru membaca YouTube itu. Sampai sekarang saya ketemu saja nggak. Terus terang saya juga ya kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf saja saya ini Jenderal loh, meskipun RT. Jadi saya memang tersinggung juga dalam hal ini," ujar Seno kepada wartawan di kediamannya, Rabu (13/7/2022).

"Sama sekali nggak ada laporan, nggak ada ini, merintahkan satpam seenaknya saja. Kenapa tidak memberi tahu saya sebagai ketua RT," sambungnya.


Polisi Bantah Soal Isu Hubungan Brigadir J dengan Istri Kadiv Propam: Tidak Ada Alat Bukti

Saat disinggung terkait CCTV yang disebut diganti saat insiden baku tembak Brigadir J dengan Bhrada E, ia menjelaskan bahwa decoder CCTV di pos yang diganti.

"Maksudnya itu bukan CCTV di rumah Pak Sambo (yang diganti), (tetapi) CCTV alatnya yang di pos (yang diganti)," bebernya.

Ia pun mengaku tidak tahu secara detail bagaimana decoder CCTV itu diganti usai insiden penembakan. Ia menyebut hanya mendapat laporan tersebut dari satpam.

"Digantinya hari Sabtu (9 Juli), saya tahunya hari Senin (11 Juli)," ujarnya.

Keluarga Brigadir J Temukan Banyak Kejanggalan, Kompolnas: Sabar, Nunggu Hasil Pemeriksaan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati