logo


Sampaikan Duka atas Kepergian Imam Soetopo, Gibran: Beliau Pemimpin Tegas, Pintar dan Berpekepribadian Baik

Imam merupakan Wali Kota Surakarta periode 1995-2000.

12 Juli 2022 19:49 WIB

Gibran Rakabuming Raka dalam upacara pemberangkatan jenazah Imam Soetopo di Pendaphi Gede, Solo.
Gibran Rakabuming Raka dalam upacara pemberangkatan jenazah Imam Soetopo di Pendaphi Gede, Solo. Dok. Prokompim Pemkot Solo

SURAKARTA, JITUNEWS.COM – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka mendalam atas kepergian mantan Walkot Surakarta, Imam Soetopo. Dia menghaturkan banyak terima kasih kepada orang nomor satu Surakarta periode 1995-2000 atas dedikasinya untuk Kota Bengawan.

“Kami mewakili pemerintah Kota Surakarta menghaturkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Seluruh masyarakat Kota Surakarta merasa kehilangan salah satu tokoh yang besar jasanya untuk kota yang kita cintai,” tutur Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa (12/7).

Gibran tahu betul almarhum Imam adalah sosok pemimpin yang tegas, serta memiliki kepribadian yang baik.


Gibran Tanggapi Kabar Anggota JKT48 Dilecehkan di Mal: Sebenarnya Terjadi di Sukoharjo

“Beliau dikenal sebagai tokoh pemimpin yang tegas, pintar, dan memiliki kepribadian yang baik, untuk itu pada kesempatan kali ini izinkan kami menyampaikan rasa terimakasih dan jasa penghargaan yang setinggi-tingginya kepada almarhum dan kepada keluarga besar almarhum,” kata pria yang karib disapa Mas Wali itu.

Diketahui, Kolonel Infanteri (Purn) Imam Soetopo mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, pada Senin, 11 juli 2022, pukul 09.28 WIB. Wali Kota Surakarta ke-14 itu meninggalkan seorang istri bernama Siswardinah, empat orang anak, empat menantu, serta delapan cucu.

Jenazah disemayamkan di rumah duka,  Jalan K.S Tubun No 2, Manahan, Solo. Upacara pemakaman dan pemberangkatan jenazah dilakukan di Pendhapi Gede Sala pada Selasa (12/7) dengan menggunakan upacara militer. Pasarean Astana Utara/Pasarean Nayu Banjarsari menjadi tempat terakhir bagi almarhum Imam.

Sekadar informasi, Imam Soetopo memimpin Kota Solo saat stabilitas keamanan dan ekonomi terguncang pada tahun 1998. Di eranya, sempat terjadi kerusuhan yaitu kerusuhan Mei 1998 dan kerusuhan pada pemilihan presiden pada 1999. Saat itu pusat pemerintahan Kota Solo, gedung DPRD dan Balaikota hangus terbakar akibat kerusuhan yang terjadi.

Selain itu, Imam Soetopo juga dikenal sebagai sosok yang disiplin, berwibawa dan berani. Banyak ide kreatif yang dicetuskan olehnya dan masih diterapkan hingga saat ini, seperti kegiatan Jumat Bersih.

Gibran soal Pembangunan Jalur Ganda KA Solo-Semarang: Bisa Tingkatkan Investasi Daerah dan Kurangi Dampak Banjir

Halaman: 
Penulis : Iskandar