logo


Penguatan Dolar Terhenti Karena Pasar Menunggu Komentar The Fed

Dolar diperdagangkan dekat level tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang kuat, Jumat (21/3/14).

21 Maret 2014 11:30 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dolar diperdagangkan dekat level tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang kuat lainnya di awal perdagangan hari Jumat (21/3/14), namun bisa kesulitan untuk melanjutkan kenaikannya karena para investor menunggu lebih banyak kejelasan alur kebijakan The Fed.

Para pejabat The Fed, termasuk Richard Fisher, James Bullard dan Narayana Kocherlakota, semuanya dijadwalkan untuk berbicara pada hari ini setelah ketua The Fed Janet Yellen mengejutkan pasar dengan mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun depan.

Imbal hasil aset AS bergerak naik setelah pasar memajukan potensi kenaikan suku bunga oleh The Fed menjadi bulan April. Indeks Dolar, terakhir diperdagangkan di 80,192, tidak terlalu jauh dari level tertingginya di 80,354, sebuah level yang tidak terlihat sejak akhir Februari.

Sejumlah pidato penting yang dijadwalkan pada Jumat akan diterjemahkan secara hati-hati oleh pelaku pasar dalam upaya untuk mendapatkan petunjuk yang mungkin bisa memudarkan ekspetasi percepatan kenaikan suku bunga. Tetapi, kemungkinan besar, pidato yang akan disampaikan oleh beberapa pejabat tinggi The Fed cenderung bernada positif.

Euro diperdagangkan di $ 1,3780, setelah jatuh ke level terendah dua minggu di $ 1,3749 pada Kamis. Euro siap membukukan penurunan sebesar 1,0 persen, minggu ini. Komentar anggota Dewan Eksekutif ECB, Sabine Lautenschlaeger, bahwa tingkat suku bunga akan tetap rendah atau mungkin lebih rendah lagi, ikut membantu menekan Euro. Terhadap Yen, mata uang tunggal Eropa jatuh ke 141,07 Yen, balik kembali ke batas bawah dari kisaran perdagangan minggu ini di 140,46 – 141,97.

Sementara itu, dolar terlihat kesulitan untuk melanjutkan penguatannya terhadap Yen Jepang, setelah menyentuh level tertingginya di 102,69 pada Rabu. Saat ini, dolar diperdagangkan di 102,31 Yen. Dolar juga agak melemah terhadap Aussie yang kembali bergerak di atas level 90 sen AS, setelah sempat menyentuh level $ 0,8995.

Aktivitas perdagangan dolar terhadap mata uang kuat lainnya, diperkirakan akan berlangsung dalam kisaran terbatas di pasar Asia, karena liburnya pasar Tokyo. Aksi profit taking diperkirakan bisa mengurangi penguatan dolar yang telah terbentuk sepanjang minggu ini.*

*) Tonny Soe,  praktisi pasar uang global
 

Emas Menyentuh Level Terendah Tiga Minggu

Halaman: 
Penulis :