logo


Sebut Daya Dukung Jakarta Berat, Menteri PUPR: Memperbaikinya Mungkin Lebih Mahal

Basuki mengatakan bahwa kompleksitas masalah di Jakarta sudah sering dibahas

11 Juli 2022 14:30 WIB

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI pada Rabu, (6/4/2022).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI pada Rabu, (6/4/2022). Humas Kementerian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara dipindah karena daya dukung Jakarta sudah berat. Basuki mengatakan bahwa daya dukung Jakarta sudah tidak mungkin dikembangkan.

"Kalau kami di PU kita sadar bahwa Jakarta ini daya dukungnya sudah nggak mungkin lagi dikembangkan seperti halnya NCICD bukan untuk banjir, tapi untuk enviromental remediation," kata Basuki kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/7).

Basuki mengatakan bahwa kompleksitas masalah di Jakarta sudah sering dibahas. Basuki mengatakan bahwa untuk memperbaiki daya dukung Jakarta lebih mahal.


Harga Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Menteri PUPR: Kuota untuk Naik ke Candi Dibatasi

"13 sungai berdasarkan data dan model yang kami buat, 15-20 tahun, mungkin 15 tahun sejak 2015, itu tidak akan ada yang bisa mengalir gravitasi ke laut, kecuali kalau kita bikin tanggul yang tinggi-tinggi. Karena penurunan tanah. Sudah sering dibahas," ujar Basuki.

"Jadi memang daya dukung Jakarta ini sudah berat, memperbaikinya pun mungkin lebih mahal kalau kita bikin baru," imbuh Basuki.

Anies Sebut Jakarta Akan Maju dan Berkembang di Tangan Pribadi Bertanggung Jawab

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata