logo


Presiden Swiss Bilang Aset Beku Rusia Tak Bisa Digunakan untuk Kepentingan Ukraina

Presiden Swiss menegaskan bahwa aset Rusia yang dibekukan tidak bisa digunakan untuk kepentingan negara lain

6 Juli 2022 21:00 WIB

Bendera Swiss
Bendera Swiss Lonely Planet

BERN, JITUNEWS.COM - Presiden Swiss Ignazio Cassis mengatakan bahwa proposal Ukraina untuk menyita miliaran aset Rusia yang dibekukan akan menciptakan sebuah hal yang berbahaya. Hal itu ia sampaikan kepada awak media di Lugano pada Selasa (5/7) saat menghadiri konferensi yang bertujuan untuk meningkatkan bantuan ke Ukraina.

“Anda harus memastikan warga negara dilindungi dari kekuasaan negara. Inilah yang kami sebut demokrasi liberal,” kata Cassis, dikutip RT.com.

Sebelumnya, Perdana Menteri Ukraina Denis Shmygal berpendapat bahwa pemerintah negara-negara Barat harus menyita $300-$500 miliar aset Rusia yang dibekukan dan menggunakannya untuk membangun kembali Ukraina. Pembekuan aset termasuk di antara banyak sanksi yang dijatuhkan pada Moskow setelah melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada akhir Februari kemarin.


Harga Produk Pangan di Jepang Kian Melambung

"Kami percaya bahwa sumber utama pemulihan adalah aset yang disita dari Rusia dan oligarki Rusia," kata Shmygal.

Cassis, bagaimanapun, menekankan bahwa "hak milik adalah hak fundamental," dan bahwa "keseriusan" diperlukan dalam diskusi tentang dana Rusia yang dipegang oleh Barat.

Hak milik dijamin di bawah konstitusi Swiss. Monika Roth, seorang profesor hukum di Universitas Sains dan Seni Terapan Lucerne, mengatakan kepada penyiar Swiss SRF bahwa negara tersebut tidak memiliki undang-undang yang diperlukan untuk memberlakukan penyitaan dana Rusia. Ia juga mengatakan bahwa usulan Ukraina itu akan sulit untuk diterapkan.

“Harus dibuktikan bahwa [setiap pemilik] telah mengizinkan dana dan aset digunakan untuk mendukung perang [Presiden Rusia Vladimir] Putin,” katanya.

PM Jepang Usul Berlakukan Ambang Batas Harga Minyak Rusia, Kremlin Meradang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia