logo


PM Jepang Usul Berlakukan Ambang Batas Harga Minyak Rusia, Kremlin Meradang

Juru bicara Kremlin mengatakan bahwa usulan PM Jepang soal pemberlakuan batas harga minyak Rusia dapat menghambat pengembangan hubungan kerjasama bilateral Jepang-Rusia

6 Juli 2022 20:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Tindakan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang sudah mengusulkan pemberlakuan pembatasan harga minyak Rusia sekitar 50 persen dari level saat ini, mendapat kritikan keras dari pemerintahan Vladimir Putin.

Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, pada Rabu (6/7) menyebut sikap PM Jepang tersebut "sangat tidak bersahabat" dan dapat menghambat pengembangan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya di sektor energi.

"Jepang mengambil posisi yang sangat tidak bersahabat terhadap Rusia. Bagaimanapun, sikap tidak bersahabat seperti itu tidak membantu memfasilitasi hubungan perdagangan dan ekonomi, termasuk dialog energi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, dikutip Reuters.


Tingkatkan Kerjasama dengan Rusia, Vietnam: Prioritas Utama dalam Kebijakan Negara Kami

"Kami membahas proposal Tuan Kishida kemarin dan mengatakan bahwa ini hanya inisiatif yang diumumkan, tidak ada keputusan konsolidasi yang diambil," kata Peskov.
"Jujur saja, sangat diragukan apakah keputusan seperti itu bisa diambil," tambahnya.

Sementara itu, mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Selasa (5/7) memperingatkan bahwa harga minyak global mungkin akan menembus $300-$400 per barel jika proposal pembatasan harga terhadap komoditas minyak Rusia tersebut diberlakukan.

Harga Produk Pangan di Jepang Kian Melambung

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia