logo


AS Khawatir Iran Mampu Kembangkan Bom Nuklir dalam Hitungan Minggu

Seorang perwakilan khusus AS untuk Iran mengatakan bahwa dirinya khawatir dengan kemampuan Iran dalam program pengayaan uranium

6 Juli 2022 18:00 WIB

Iran-AS
Iran-AS CGTN

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Iran memiliki cukup uranium untuk membuat bom nuklir dalam "beberapa minggu". Hal itu disampaikan oleh Utusan Khusus AS untuk Iran Rob Malley, pada Selasa (5/7).

“Itu akan menjadi sesuatu yang akan kami ketahui, kami akan lihat, dan kami akan bereaksi dengan cukup kuat seperti yang dapat Anda bayangkan,” kata Malley selama wawancara dengan National Public Radio (NPR).

Meskipun dia mengklaim bahwa Teheran belum melanjutkan “program persenjataannya”, yang diperlukan untuk mengembangkan bom, Malley menyuarakan keprihatinan atas kemajuan negara itu dalam program pengayaan uraniumnya.


Importir Gas Alam Yunani: Eropa Berada dalam Bahaya Keamanan Pasokan Energi

AS dan Iran mengadakan putaran pembicaraan tidak langsung lainnya pekan lalu di Doha, Qatar, setelah negosiasi terhenti selama berbulan-bulan karena tuntutan Iran agar AS menghapus pasukan elit Iran, IRGC, dari daftar kelompok teroris. Sayangnya, pembicaraan pekan lalu tersebut juga berakhir dengan ketidak-sepakatan.

Diplomat AS menuduh Iran menambahkan tuntutan yang "tidak ada hubungannya dengan kesepakatan nuklir, hal-hal yang mereka inginkan di masa lalu."

Iran telah menuntut jaminan bahwa pemerintahan AS di masa depan tidak akan menarik diri dari kesepakatan, seperti yang terjadi ketika mantan Presiden AS Donald Trump menjabat.

Malley menyalahkan situasi saat ini pada pemerintahan Trump. Ia memperingatkan kepada Iran bahwa mereka perlu memutuskan apakah ingin mencapai kesepakatan atau tidak.
“Mereka harus memutuskan cepat atau lambat karena, pada titik tertentu, kesepakatan itu akan menjadi masa lalu,” tegasnya.

Turki Ancam Veto Aksesi NATO jika Swedia dan Finlandia Tak Tepati Janji

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia