logo


Turki Ancam Veto Aksesi NATO jika Swedia dan Finlandia Tak Tepati Janji

Menlu Turki menegaskan bahwa Finlandia dan Swedia harus mengakhiri dukungan mereka untuk kelompok Kurdi yang dianggap oleh Turki sebagai kelompok teroris sebelum diijinkan bergabung dengan NATO.

6 Juli 2022 17:30 WIB

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu
Menlu Turki Mevlut Cavusoglu The Greek Observer

ANKARA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Finlandia dan Swedia harus mengakhiri dukungan mereka untuk kelompok-kelompok Kurdi dan mengekstradisi orang-orang Kurdi yang diinginkan ke Turki, seperti yang mereka sepakati pekan lalu di KTT NATO di Madrid. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi NTV Turki pada hari Senin awal pekan ini.

“Mereka harus mematuhi dokumen ini, jika tidak maka kami tidak akan mengizinkan mereka bergabung dengan NATO,” kata Cavusoglu.

Ia menguraikan beberapa bagian paling menonjol dari memorandum trilateral, termasuk “komitmen untuk bekerja sama penuh” dengan pemerintah Turki dalam melawan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan kelompok-kelompok terkait dan mencabut sanksi larangan penjualan senjata ke Turki. Kedua negara Eropa Utara itu juga berkomitmen untuk memperbarui undang-undang yang ada tentang kontraterorisme dan ekstradisi.


Pasokan Senjata Barat Tak Berdampak terhadap Hasil Operasi Militer Rusia di Ukraina

"Jika negara-negara ini tidak menepati janjinya, kami akan mengambil langkah yang sesuai," tambahnya.

Berbicara pada 30 Juni 2022, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa dia sudah “diberi jaminan” tentang ekstradisi 73 anggota PKK oleh pemerintah Swedia.

Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson menyatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerahkan warganya sendiri untuk dieksekusi oleh negara lain.

“Penting bagi kami untuk bekerja melawan terorisme, tetapi jelas kami melakukannya sesuai dengan hukum Swedia dan konvensi internasional,” kata Andersson kepada wartawan pada akhir pekan.

“Jika Anda tidak terlibat dalam terorisme, Anda tidak punya alasan untuk khawatir,” tegasnya.

Importir Gas Alam Yunani: Eropa Berada dalam Bahaya Keamanan Pasokan Energi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia