logo


Importir Gas Alam Yunani: Eropa Berada dalam Bahaya Keamanan Pasokan Energi

Berkurangnya pasokan gas alam Rusia membuat Eropa kini akan menghadapi situasi krisis energi

6 Juli 2022 17:00 WIB

Ilustrasi api kompor gas
Ilustrasi api kompor gas Reuters

ATHENA, JITUNEWS.COM - Salah satu perusahaan importir gas alam terbesar di Yunani, Mytilineos, memperkirakan bahwa Eropa akan membutuhkan waktu setidaknya tiga atau empat tahun untuk melakukan transisi energi dari gas alam ke gas alam cair LNG dan sumber daya energi alternatif.

"Kami telah mendorong isu keberlanjutan dan transisi hijau terlalu jauh daripada yang mampu ditanggung oleh ekonomi dan masyarakat ... kami telah benar-benar mengabaikan keamanan pasokan. Energi adalah tentang keamanan pasokan dan tentang harga. Saat ini, keamanan pasokan, yang dianggap diberikan, telah menghilang. Eropa berada dalam bahaya keamanan pasokan energi," kata CEO Mytilineos, Evangelos Mytilineos, di Meja Bundar Pemerintahan Economist Tahunan ke-26 yang digelar pada Selasa (5/7) dikutip Sputniknews.

Ia menambahkan bahwa bank sentral Eropa berada dalam posisi yang mengerikan, dan harus menaikkan suku bunga sementara ekonomi sedang mengalami resesi. Dia mengatakan dia tidak yakin bagaimana nantinya perekonomian Eropa mengatasi kombinasi inflasi yang tinggi, suku bunga yang tinggi dan kenaikan harga.


Ukraina Minta Jaminan Keamanan dari Negara Barat meski Bukan Anggota NATO

"Kami mempercepat transisi hijau kami ... Uni Eropa dan Komisi mendorong tetapi ada jeda waktu 3-4 tahun sampai kami memiliki energi yang cukup [untuk Eropa]," tambah Mytilineos.

Menurut sang pengusaha, Rusia sangat penting bagi sektor energi Eropa dan global dan situasi saat ini di Ukraina menimbulkan masalah yang tidak dapat diatasi oleh Eropa.

Pasokan Senjata Barat Tak Berdampak terhadap Hasil Operasi Militer Rusia di Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia