logo


Tak Setuju PJ Gubernur Aceh dari Kalangan Militer, Eks Petinggi GAM Sebut Seperti Buka Luka Lama

Eks Petinggi GAM tidak masalah apabila Pj Gubernur Aceh lahir di luar Aceh, namun menurutnya yang terpenting paham dengan kondisi dan situasi di wilayahnya

6 Juli 2022 11:31 WIB

Masjid Baiturrahman Banda Aceh.
Masjid Baiturrahman Banda Aceh. wikimedia.org

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi melantik Mayjen TNI Purn. Achmad Marzuki sebagai Pejabat Gubernur Aceh pada hari ini, Rabu (6/7/2022).

Sebelum pelantikan itu, Mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman mengaku tidak setuju apabila Pj Gubernur Aceh berasal dari kalangan militer. Ia mengaku tidak ingin membuka luka lama terkait konflik RI dan GAM.

"Saya sudah pernah berbicara, Aceh baru saja selesai konflik, malah dipilih pejabat dari militer lagi. Kan seperti membuka luka lama lagi," kata Zakaria Saman kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).


Usul Aceh Jadi Embakarsi Haji Satu-satunya, Gerindra: Pembiayaan Tidak Terlalu Memberatkan

Zakaria menginginkan agar Pj Gubernur Aceh dari kalangan masyarakat sipil. Ia tidak masalah apabila sosok itu lahir di luar Aceh, namun menurutnya yang terpenting paham dengan kondisi dan situasi Aceh.

"Tentara mana tahu dia masalah umum, yang tahu kan masyarakat, jadi kalau Pj Gubernur Aceh harus dari sipil, walaupun lahir di luar Aceh, setidaknya tahu dan mengerti tentang Aceh," ujarnya.

Tak Masalah Achmad Marzuki Jadi Pj Gubernur Aceh, Kemendagri: Beliau Tidak Lagi TNI Aktif

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati