logo


Ukraina Gelar Pembicaraan dengan Turki dan PBB soal Pengiriman Ekspor Gandum

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pembicaraan soal proses pengiriman ekspor bahan pangan dari Ukraina, bersama pemerintah Turki dan PBB

5 Juli 2022 21:00 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Euronews

KIEV, JITUNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, pada Senin (4/7) mengatakan bahwa negaranya sudah mengadakan pembicaraan dengan Turki dan PBB untuk menjamin jaminan ekspor biji-bijian dari pelabuhan Ukraina.

"Pembicaraan sebenarnya sedang berlangsung sekarang dengan Turki dan PBB (dan) perwakilan kami yang bertanggung jawab atas keamanan biji-bijian yang meninggalkan pelabuhan kami," kata Zelenskiy pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson, dikutip Reuters.

"Ini adalah hal yang sangat penting bahwa seseorang menjamin keamanan kapal untuk negara ini atau itu - selain Rusia, yang tidak kami percayai. Oleh karena itu, kami membutuhkan keamanan untuk kapal-kapal yang akan datang ke sini untuk memuat bahan makanan," tambahnya.


Ukraina Desak Moskow Perluas Tujuan Operasi Militernya di Donbass

Zelenskiy juga mengatakan bahwa Ukraina bekerja "langsung" dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam masalah ini dan bahwa organisasi itu "memainkan peran utama, bukan sebagai moderator."

Laporan berita telah menyarankan dalam beberapa pekan terakhir bahwa pembicaraan semacam itu akan segera terjadi di Turki.

Ukraina, salah satu pengekspor biji-bijian terbesar dunia, menuduh pasukan militer Rusia sudah menghalangi pergerakan kapalnya, dan Zelenskiy mengatakan 22 juta ton biji-bijian terhenti saat ini dan 60 juta ton hasil panen Ukraina diperkirakan juga tidak bisa dipasarkan pada musim gugur mendatang.

Rusia membantah menghalangi pengiriman bahan pangan dan biji-bijian Ukraina. Moskow mengatakan bahwa kapal kargo tidak akan bisa mengirimkan gandum Ukraina dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam sebelum pasukan Kiev membersihkan kawasan perairan tersebut dari ranjau laut yang sebelumnya mereka sebar.

Finlandia dan Swedia Segera Gabung NATO, Stoltenberg: Ini Benar-benar Momen Bersejarah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia