logo


Tentara Rusia Mengaku Disiksa oleh Ukraina, Moskow Gelar Investigasi

Seorang tentara Rusia mengaku sudah mendapat perlakuan yang tidak manusiawi selama ia ditahan oleh militer Ukraina

5 Juli 2022 19:15 WIB

Ilustrasi tentara Rusia
Ilustrasi tentara Rusia AFP

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia, pada Selasa (5/7) mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki tindak penyiksaan yang dilakukan terhadap tentara Rusia yang ditahan di Ukraina dan baru-baru ini dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan Kyiv pada akhir Juni kemarin.

Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan besar, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "memverifikasi fakta perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan tentara Rusia di Ukraina."

Komite Rusia mengatakan tentara Moskow memberi tahu penyelidik tentang tindak “kekerasan yang mereka derita.”


PM Polandia Sebut Ekonomi Rusia Tak Terpengaruh dengan Sanksi Negara Barat

Menurut pernyataannya, salah satu tentara Rusia yang tidak disebut namanya, mengatakan petugas medis Ukraina merawatnya tanpa obat bius. Ia juga mengaku "dipukuli, disiksa dengan listrik" selama di dalam penahanan. Selain itu, prajurit Rusia tersebut juga mengaku tidak diberi makanan dan air selama berhari-hari.

"Kesaksian tentara Rusia yang dibebaskan adalah contoh pelanggaran Konvensi Jenewa tentang tawanan perang,” kata komite Rusia dikutip AFP.

Pekan lalu Moskow dan Kiev diketahui saling bertukar 144 tawanan perang - pertukaran terbesar sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina pada 24 Februari 2022.

Ekonomi Domestik Terpuruk, Pemerintah Swedia Salahkan Vladimir Putin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia