logo


Ekonomi Domestik Terpuruk, Pemerintah Swedia Salahkan Vladimir Putin

Salah satu poltikus Swedia menuding pemerintah Swedia sudah mengkambing-hitamkan Rusia atas memburuknya situasi perekonomian dalam negeri

5 Juli 2022 18:45 WIB

Swedia
Swedia istimewa

STOCKHOLM, JITUNEWS.COM - Salah satu politikus dari Partai Oposisi di Swedia, Ulf Kristersson, menuding pemerintah Swedia mengkambinghitamkan dan menyalahkan situasi ekonomi dalam negeri yang buruk sebagai akibat dari konflik Rusia-Ukraina.

“Bukan Putin yang membentuk pemerintahan dengan Partai Hijau. Bukan (Presiden Rusia Vladimir) Putin yang menaikkan 46 pajak dalam delapan tahun”, kata Kristersson dalam pidatonya di pulau Gotland, seperti dikutip surat kabar Aftonbladet, dilansir RT.com.

“Saya tidak akan hanya mengatakan tidak untuk semua kenaikan pajak kartel sayap kiri. Menjelang periode berikutnya, kita akan pergi ke tempat pemungutan suara tentang penghentian kenaikan pajak. Tidak ada pajak baru yang dapat diperkenalkan, dan beban pajak keseluruhan tidak boleh meningkat sampai kami yakin bahwa semua pajak yang telah kami bayarkan sesuai dengan apa yang seharusnya mereka bayar”, kata Kristersson.


Krisis Energi adalah Harga untuk Akhiri Pengaruh Rusia di Uni Eropa

Dalam beberapa bulan terakhir, Swedia telah diganggu oleh melonjaknya harga makanan, listrik, bahan bakar dan bahan pokok lainnya. Pada bulan Mei, inflasi di negara itu mencapai 7,2 persen, level tertinggi sejak Desember 1991.

Untuk mengimbangi inflasi, Bank Sentral Swedia terpaksa menaikkan suku bunga utama sebesar setengah persen minggu lalu.

Bank Sentral juga menyalahkan “ketidakseimbangan” pada perekonomian Swedia pada konflik di Ukraina dan kebijakan pembatasan terkait pandemi di China.

PM Polandia Sebut Ekonomi Rusia Tak Terpengaruh dengan Sanksi Negara Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia