logo


Terjerat Kasus Narkoba di Rusia, Pebasket Wanita AS Minta Presiden Joe Biden Bebaskan Dirinya

Brittney Griner, seorang pebasket wanita asal AS ditangkap oleh otoritas Rusia pada 17 Februari karena diduga membawa kartrid vape berisi narkoba

5 Juli 2022 16:15 WIB

Pebasket Wanita AS, Brittney Griner
Pebasket Wanita AS, Brittney Griner pinknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pebasket wanita asal Amerika Serikat, Brittney Griner meminta Presiden Joe Biden untuk membebaskannya dari penjara di Rusia. Permintaan tersebut ia sampaikan dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Gedung Putih dan dirilis pada situs web Asosiasi Bola Basket Wanita Nasional AS (WNBA).

“Saat saya duduk di sini di penjara Rusia, sendirian dengan pikiran saya dan tanpa perlindungan istri, keluarga, teman, jersey Olimpiade, atau pencapaian apa pun, saya takut saya akan berada di sini selamanya,” kata pebasket yang diketahui menikah dengan seorang wanita tersebut dalam suratnya, dikutip Al Jazeera.

“Pada 4 Juli, keluarga kami biasanya menghormati jasa mereka yang berjuang untuk kebebasan kami, termasuk ayah saya yang adalah seorang Veteran Perang Vietnam,” tambahnya, mengacu pada Hari Kemerdekaan di Amerika Serikat.


Perangi Propaganda dan Berita Hoax Rusia, Inggris Perketat UU Digital

“Sungguh menyakitkan memikirkan bagaimana saya biasanya merayakan hari ini karena kebebasan berarti sesuatu yang sangat berbeda bagi saya tahun ini,” lanjutnya.

Griner ditangkap di bandara Moskow, ibukota Rusia pada 17 Februari 2022 dengan tuduhan membawa kartrid vape yang berisi minyak ganja di bagasinya.

Penahanannya terjadi pada saat ketegangan yang meningkat antara Rusia dan AS atas rencana invasi Rusia ke Ukraina. Pemerintah Joe Biden mengatakan bahwa Grinner "ditahan secara salah".

Persidangan Griner dimulai di Moskow pada 1 Juli kemarin. Dua saksi diperiksa oleh jaksa: seorang pejabat bea cukai bandara, yang berbicara di pengadilan terbuka, dan seorang saksi tak dikenal dalam sesi tertutup, menurut kantor berita negara RIA-Novosti.

Sidang kemudian ditunda, dan sidang berikutnya akan kembali digelar pada 7 Juli 2022.

Curiga Bawa Gandum Curian, Ukraina Minta Turki Tahan Kapal Kargo Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia