logo


Akui Pernah Kirim Bantuan ke Korban ISIS, ACT: Kemanusiaan Itu Tidak Boleh Nanya Siapa yang Kami Bantu

ACT membantah terlibat pendanaan terorisme seperti yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

4 Juli 2022 20:47 WIB

Logo ACT
Logo ACT ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar mengakui pihaknya pernah mengirim bantuan ke korban Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ia menyebut bantuan itu diberikan dengan alasan kemanusiaan.

"Kemanusiaan itu tidak boleh nanya ke siapa yang kami bantu? Kami berikan bantuan, mereka Syiah atau ISIS, karena mereka korban perang, kami sering bingung dana ke teroris dana yang ke mana," ujarnya dalam konferensi pers di KantorACT, Senin (4/7/2022).

Meski demikian, ia membantah ACT terlibat pendanaan terorisme seperti yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


CIA Rekrut dan Kirim Anggota Teroris ISIS ke Ukraina untuk Lawan Pasukan Rusia

"Dana yang mana? Kita tidak pernah ada bantuan ke teroris," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengaku heran dituding mendanai kegiatan terorisme. Ia menyebut ACT sering melakukan kegiatan dengan mengundang kementerian dan sejumlah negara.

"Kami diundang, kami datang. ACT dianggap radikal, ada isu tersebut karena di tiap program kami undang entitas gubernur, menteri datang, dan bantuan pangan di depan Mabes TNI, kita kerja sama dengan Pangdam Jaya untuk distribusi bantuan dengan bagus," bebernya.

Heboh Dugaan Penyelewengan Donasi Kemanusiaan, PKB Dorong Pembahasan UU Charity ACT

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati